Lelaki

Ini adalah janji saya pada tulisan sebelumnya. Janji yang mungkin akan beliau baca. Kalau bapak baca ini, semoga bisa sedikit mengurangi kegelisahan bapak. Walaupun saya agak lupa bagaimana tepatnya kalimat saya menyatakan akan menulis di kemudian waktu tentang mahkluk istimewa lainnya yang sejenis dengan kami (baca: perempuan), makhluk istimewa yang Tuhan ciptakan. Baiklah, apa yang bisa saya jelaskan tentangnya. Saya membagi 3 kategori Lelaki dalam hidup saya. Semuanya pernah, masih dan akan berbagi cerita dengan saya. Dan mengajarkan saya banyak hal, banyak makna, banyak cerita dalam kehidupan.

Pertama adalah Lelaki yang tidak akan pernah tergantikan dalam hidup saya. Cuma DUA orang. Bapak. Adek. Keduanya memberi warna dalam hidup saya. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan tentang mereka, cukup satu kalimat dan itu sudah bercerita banyak tentang pentingnya mereka bagi saya. Kasih sayang tak terhingga dan kemuliaan manusia adalah hal terbaik yang selalu saya dapatkan. Dan itu karunia Nya. Terima kasih Tuhan.

Kedua adalah lelaki pada umumnya. Seperti dua orang cerita yang saya pikir adalah cinta. Dua kisah yang memberi warna dalam hidup saya. Dua lainnya yang masih sama umumnya dengan mereka yang berpapasan dengan saya ditepi jalan. Hanya saja, banyak senyum dan air mata yang pernah singgah karenanya. Tapi tetap saja kalian masih menjadi lelaki pada umumnya. Cuma dua. Dan saya tidak menyesal untuk memilih jalan yang berbeda dengan keduanya. Bukan sebuah kemungkinan, namun hal yang saya yakini. Saya percaya, berjalan tak bersama kalian serta tidak terus berada di sekitar kalian membuat saya lebih bahagia. Setidaknya, tak ada yang pernah saya sesali dalam kehidupan. Termasuk pilihan langkah dengan rute yang berbeda. Anehnya, tidak disekitar keduanya membuat saya menemukan banyak cerita dalam dunia. Termasuk tentang masih banyaknya laki-laki yang ada di dunia ini (bagian yang dipaksakan karena topiknya adalah Lelaki 😀 ). Saya melihat banyak impian dan banyak kisah yang bisa saya tuliskan dan saya kenang tentang perjalanan hidup. Lebih banyak alasan untuk tersenyum dan menitikkan air mata. Banyak hal selain kamu. Untuk keduanya, kalian tak pernah menjadi yang terkelam dalam kehidupan saya sejauh ini. Masih belum ada sii yang kelam, hahaa. Kamu yang pertama dan mengajarkan saya bahwa suara hati kecil itu ada dan  memilih itu perlu dengan menyadari segala konsekuensinya. Dan untuk mu yang menjadi 3 tahun saya menggantung mimpi, kita belajar banyak bagaimana takdir dan usaha itu adalah suatu kolaborasi yang manis. Terima kasih untuk kesempatan belajarnya. Saya belajar banyak dari kita di waktu itu. Dan lelaki lainnya yang menjadi teman, yang saya kenal, yang adalah teman dari temannya teman, dan yang saya pikir lebih dari saudara. Semua punya cerita. Semua mengajarkan saya benyak cerita dalam setiap pertemuannya. Dan untuk bapak, karena mereka adalah lelaki pada umumnya, sehingga mereka masih terlalu umum untuk anak perempuan mu yang istimewa ini. I choose my way not for your willing, but for my future as rationally decision. Percaya saja sama saya, bukan yang kedua karena masih terlalu umum. Next time you will get to know him (the man of my life) – terinspirasi dari mother how are you today.

Ketiga, the man of my life. Siapa? Hahaa. Itu yang saya maksud dan bapak perlu tahu. Bukan lelaki pada umumnya. Lelaki yang tahu istimewanya saya, sama seperti bapak dan adek menjaga saya selama ini. Saya tak bisa berkata banyak tentangnya. Hanya saja, next time you will get to know him. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s