Rindu Celoteh mu

Pagi ini dingin.. Setiap hari dimusim penghujan, cuaca tak terprediksi antara gerah dan dingin. Lagi-lagi kita melakukannya. Sering kali dalam beberapa waktu ini. Pertemuan singkat. Hanya itu yang bisa kita lakukan dengan dalih kesibukan. Bahkan tak ku tepati janji ku untuk menghabiskan malam dengan mu karena jatuh terlelap sebelum kau datang. Maaf mengecewakan. Ahh, itu tak ada guna. Sepertinya waktu berlalu dengan memupuk rindu. Adakah begitu juga yang kau rasa?

Saya hanya merasa begitu lama kita tak menghabiskan waktu untuk cerita hebat ku dan ide cerdas mu. Entah kesibukan yang rutin atau mimpi yang membelenggu. Entah tepat atau tidak yang kita lakukan. Tapi ku rasa kau juga meyakininya, bahwa kita berlari-lari di atas jalan yang tepat. Keputusan untuk mengejar mimpi, bermimpi, dan berjalan di jalur mimpi. Bahasa klise nya adalah “semoga sibuk mu dan sibuk ku adalah sibuk yang bermanfaat.” Begitukah? 

Saya tak meminta mu berhenti, karena disetiap pencapaian mu saya sering kali tersenyum dan membatin syukur dengan penuh rasa bangga. Saya tw kau akan bisa. Namun, saya tak berniat munafik dan berusaha jujur. Waktu yang pernah lewat diantara kita dalam cengkerama hangat dulu, saya rindukan. Celetukan-celetukan penuh semangat dan harapan yang kau tularkan menjadi keyakinan ku bahwa bermimpi itu wajar, bahwa usaha itu harus, bahwa hidup itu adalah kekayaan tanpa batas. Jadi benar kalau momen menyenangkan tak kan terulang dan cepat berlalu?

Mungkin nanti. Entah kapan tapi kita sama-sama saling janji untuk menyisipkan waktu itu. Waktu untuk melepas rindu. Waktu untuk berbicara masa depan. Waktu untuk evaluasi perjalanan hidup. Waktu untuk kita. Tetap lari dijalan yang kau pilih, aku pun sedang melakukan bagian ku. Hanya saja, kau perlu menata hari mu lebih manis dari sekadar memenuhi janji-janji yang kau buat. Plan mu, mimpi mu, disitu kaki mu harus melangkah. Amanah mu yang membentuk hormat ku pada gerak mu. Terima kasih karena tanpa cerita pun kau masih mengabarkan keadaan mu pada ku. Cukup rindu ini berhenti disini saja. Berhenti pada rangkaian kata-kata tak penting yang ku tata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s