Malam sabtu: Balada rindu, jarak dan waktu 

Diantara awan dan udara 

Badai teriak menghantam cinta

Bila aku sanggup menghentikan putaran waktu 

Akan ku dekap engkau sampai mati 

*ost. Broken hearts

Malam selalu menjadi saat paling sempurna bagi pecandu rindu. Sakau yang meradang dalam kacaunya pikir. Gerah pada jarak yang bersekutu dengan waktu. Namun kita berbeda. Kita bukan sekedar bulan-bulanan bagi jarak dan waktu. Karena kita terlahir sebagai penjaga jarak dan waktu. Apakah ukuran kilo meter antara kau dan aku? Apakah hari-hari yang berganti dalam aktivitas ku dan kau yang tak bersama? Apakah kita malam ini?

Ini adalah gelisahnya jiwa para pecandu rindu. Tidak untuk jarak dan waktu. Karena kita adalah pengatur jarak dan waktu. Kita dengan masing-masing impian yang membara dalam benak dan hati. Kita dengan mata penuh harapan akan kehidupan. Hidup yang bagaimana yang sama-sama kita harapkan? Adakah kau dalam cita-cita masa depan ku? Terselipkah aku dalam impian hari esok mu?

Rindu adalah hak kita. Jarak adalah aturan kita. Waktu adalah milik kita. Dimana rindu berlindung? Kapan jarak menemukan? Bagaimana waktu bersua?

Dan malam ini ku temukan kau disudut rindu dalam jarak yang tidak lebih jauh dari detak jantung ku serta waktu yang tidak lebih lama dari jarak mata ku berkedip.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s