Random

malang, 19 juni 2016

tidakkah mendung selalu membawa sendu? setidaknya kelabu pada langit yang menunjukkan sisa-sisa hujan pagi ini mengancam senja ku akan menjadi kelam. tentu saja bukan kelabu yang menjadikan senja muram. entah apa, aku masih belum mendapatkan jawabnya. setidaknya senja ku masih tetap indah. masih tetap memamerkan senyum saat ku tatap. masih tetap menyambut antusias saat ku berkisah. dan masih tetap indah.

ini bulan ketiga untuk ku terpana dan terus menerus tergetar pada senyummu yang merekah. beku pada senandung mu. bungkam atas celoteh mu. dan terima kasih membantu saya untuk menikmati hari-hari ini. terima kasih telah menjadi senja yang indah dalam setiap hari-hari saya. karena hadir mu membuat saya tak perlu mendaki puncak atau pun menyusuri pantai untuk sekedar menanti tenggelamnya surya dan mengagumi kilau sinarnya yang sekian waktu mengizinkan siang dan malam bertegur sapa.

 

malang, 30 mei 2016

ini adalah waktu kita | izinkan saya untuk disini lebih lama lagi | izinkan saya untuk berkisah lebih banyak lagi | tak suka pada interupsi jarak yang membuat ruang dan waktu menjadi sulit untuk kita | izinkan saya tetap berjaga dalam pandangan yang HANYA sanggup menatap kearah mu | karena hanya kamu | kamu dalam melodi hidup ku

 

malang, 19 juni 2016

kau tahu mengapa saya menyukai sabtu? karena sabtu adalah hari perjumpaan kita. kau tahu mengapa saya menyukai senin? karena senin adalah hari yang mengizinkan saya memulai aktivitas dengan mu. dan kau tahu mengapa minggu menjadi muram untuk saya? karena minggu adalah alasan mu untuk meninggalkan ku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s