Malam Temaram

Hallo juni..
Hallo ramadhan..
Hallo kamu..

Ini adalah harapan, masih terlalu bibit untuk mampu disemai
Masih terlalu tunas untuk mengakar kuat
Setiap langkah yang menjejak bumi mengisyaratkan harapan dalam sinar redup
Cahaya yang kalah pada keluasan pekat
Cahaya yang pudar dibebat angin
Cahaya yang menghilang bersama semburat senyum mu yang sirna

Pekat, redup, dan beku menyisakan ruang hampa
Kabut tipis mengaburkan tatap melemahkan

Ada apa dengan kita? Mengapa terasa dekat dalam ketidaktahuan? Mengapa terasa jauh dalam kebersamaan? Mengapa terasa asing dalam saling memahami? Mengapa terasa kenal dalam ketertutupan?

Entah bagaimana hidup mengenalkan kita pada satu dengan yang lain. Lantas kemudian membuat kita menjadi masing-masing dalam keheningan. Apakah masih ada kita esok hari? Saat raga ini hanya tersisa dalam satu hati dan melupakan makna bersama. Apakah dulu pernah ada kita? Ketika langkah yang berjajar terhalang tembok tak kasat mata.

Kini kau baur dalam pekat malam ku
Kini kau tenggelam bersama perginya senja dari ku
Kini kau ganti senyum manis pelipur lara dengan sepinya hingar bingar kota
Saya masih mencinta, kau masih mencari, dan semoga kita berakhir pada titik yang sama. Dimana muara kita bercumbu untuk menggantung rembulan harapan.

Terima kasih untuk hadirkan inspirasi kembali pada imaji liar ku
Terima kasih untuk bahagia yang kau cipta dalam hari-hari kita
Saya tidak memilih mundur tanpa bertanding
Ini bukanlah apologi atau pun trauma pada satu dua kehancuran harap yang pernah saya jalani
Ini hanya berserah pada waktu dan bermunajat kepada Nya
Untuk pencarian mu yang masih panjang
Untuk mimpi-mimpi ku yang setinggi gunung
Untuk sedikit doa agar hanya satu pintu di depan kita
Untuk akhirnya kita kembali saling menemukan dalam situasi yang tidak begini
Untuk lebih memaknai arti kehadiran satu sama lain

Selamat malam yang tersayang
Selamat berlari dan meraih mimpi
Selamat menjadi dan berbagi dengan dunia
Cukup tumbuh dan bahagia
Maka kisah mu akan layak menjadi bingkisan bagi perempuan yang akan kau gandeng

Malang, 12 Juni 2016
Sebuah catatan
Rangkaian paragraf yang berhubungan dalam kekacauan huruf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s