Memori dalam folder

Jam 21.34 – digital tampilan dipojok kanan bawah notebook ku. Ahh, lagu ini hanyalah sebuah project iseng menghabiskan malam dengan instrumen dan software perekam di laptop. Pada sebuah rumah kontrakan teman yang pengantin baru. Sudah beberapa tahun sejak kisah ini berlalu. Hanya saja saat saya memilih lagu, saya menemukan folder ini, hanya saja melodinya begitu indah, walaupun penuh backsound kacau dari suara-suara sumbang kami yang sedang bermain remi. Ahh, dulu kita pernah begitu dekat kawan. Entah apa yang kalian lakukan sekarang. Apakah itu akhir 2009 atau awal 2010. Entahlah saya tak begitu ingat. Dan saat ini adalah bulan ketiga di 2016. Sudah lama berlalu. Saya masih suka mendengarkan rekaman ini. Saya suka liriknya. Saya suka musiknya. Saya suka suaranya begitu pas mengalunkan melodi. Saya suka kenangan ini. Entah karena sekarang kita begitu jauh satu sama lain, disaat kita berada si kota yang sama, ataukah memang kita terlalu canggung untuk saling membagi memori bersama (lagi). Terima kasih untuk waktu-waktu kita yang mengesankan. Terkadang saya sering rindu dan terpikir untuk bersilaturahmi (kembali). Tapi, entah mengapa waktu yang bergulir, kita semua yang dinamis, dan semua itu semakin hilang dari jangkauan dan menjadi asing. Apa saya terlihat egois dengan lagak sombong tidak menyediakan ruang untuk menjangkau kalian. Rindu, entah pada kenangan. Ataukah hanya gumpalan rasa bersalah karena kita yang dulunya saya yakini lebih dari saudara dan kemudian menjadi begitu asing. Entah berapa tahun yang lalu terakhir saya bertemu beberapa dari kalian, ataukah hitungan bulan, atau minggu? Hanya saja pertemuan-pertemuan singkat kita adalah sebuah keasingan yang diramaikan. Masihkah kita berteman lebih dari saudara?

Heii, mas-mas dan mbak-mbak yang adalah saudara bagi saya di pulau rantau. Terima kasih atas kenangan kita. Terima kasih atas kesediaan kalian menjadi sandaran saya. Mungkin saya perlu memulai untuk memangkas jarak kita. Karena secara etika, saya yang termuda untuk dengan sangat kurang ajarnya ingin dicari lebih dulu. Semoga. Semoga esok tidak menjadi asing bagi kita yang pernah berbagi memori bersama. Setidaknya untuk saya, melodi itu masih berada dalam folder yang utuh walau dengan wadah yang berganti-ganti. Dan memori itu masih tercatat dan berjejak pada folder ciptaan Nya dalam kepala saya.

2 thoughts on “Memori dalam folder

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s