Melodi

Saya tak pandai mengiramakan bait demi bait kata yang membentuk melodi merdu. Saya pun tak lincah mencipta nada indah dari media musik. Saya hanya tahu bagaimana saya menikmati setiap alunan kisah mu dan gelak tawa mu membingkai setiap kebersamaan kita. Itu saja adalah melodi untuk ku. Mungkin terlupa saat berlalu untuk mu. Tak banyak yang saya suka dari mu. Hanya senyum bahagia mu dalam memaknai suka dan luka jalan mu. Hanya gelak tawa mu yang mengisyaratkan bagaimana kacau balau nya kehidupan mu. Hanya rajukan manja mu saat acuh ku mengusik pikir mu. Hanya hadir mu dalam langkah ku. Sebagai gema kehidupan yang membisikkan harapan. Saya harus tetap disini. Saya masih ada disini. Karena kamu tak pernah kemana-mana. Dan melodi ini hanya berdenting saat tatap mata kita saling berpaku.

Waktu masih bergulir mengikuti takdirnya. Hati masih melenguh mengikuti desahnya. Gemintang tetap sibuk menggeser kabut yang menghadang. Rembulan tetap bergelayut manja pada awan kelabu. Kita saling peduli dalam pekat malam dan membuang wajah dibawah terik mentari. Saya tak kan mencari sebab diam mu. Saya tak kan bertanya bagaimana sendunya langit tercermin tanpa cela pada sorot mata mu. Itu tempat terindah dari segala bagian tubuh yang kau tampilkan. Bila disana sudah tak ada lagi binar gemerlap, kemana saya berlindung dari kebekuan musim dingin?

Ini telah larut. Mata telah begitu lelah dan meminta untuk rehat. Jiwa saya masih berkelana dalam pencarian. Mencari makna rindu pada mu. Membisik doa penuh harap atas hadir mu. Dan bersyukur untuk setiap kisah yang kita goreskan bersama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s