kabut, malam dan rembulan

ini belum tengah malam, namun sudah cukup larut untuk kita memulai perjalanan. langit tak berbintang terlihat jelas berselimut pekat. tetap merdeka menjadi penghias satu-satunya rembulan utuh bersinar. kita yang masih meraba kegelisahan malam ini tetap menelusuri dinginnya udara malam menjelajah kota. untuk waktu kebersamaan yang begitu sulit kita dapatkan pada waktu yang biasa. bertemankan segelas teh panas dan sepiring mie instan. diramaikan canda dan ocehan tak berujung pun berpangkal. diikuti kabut tipis yang memburamkan jalan. dalam beberapa waktu kebersamaan saya tersadar, “ahh, ini telah begitu lama tidak begini.” entah kapan terakhir kali kita merajut memori bersama. tapi ini adalah bagian yang akan saya tambahkan. kenangan terbaru dari pertemuan kita. terima kasih kawan, yang telah memilih berhimpun, yang berteman lebih dari saudara.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s