Catatan Senja

I

Senja di akhir pekan menyisakan kenangan hambar

Rinai hujan disetiap waktu menemani kesendirian

Temaram lentera menggantikan rembulan yang tak purnama

Gemintang yang bertabur terselimuti mendung kelabu

Cahaya yang berkabung, Hati yang gundah

Ini adalah hari ke 694 aku merindukan mu

Merindu diantara keberadaan mu

Merindu mu dalam kehadiran mu

Karena kau yang nyata bukanlah kepunyaan ku

Kita hanya berbagi hidup dan saling memiliki diatas kertas

Sudah lama berlalu sayang, waktu dimana kita adalah bagian dari satu sama lain

Bukan untuk pengakuan, hanya sekedar kenyamanan

Sesuatu yang sederhana dan mulai terlupakan

Tergerus oleh rutinitas yang menyekat

Kelelahan tak lagi menyisakan kepenatan

Rasa sakit tak lagi mengalirkan air mata

Kesedihan tak lagi menjadi duka

Karena semua adalah aktivitas keharusan

Tanpa warna dalam dunia hitam-putih

Tanpa cahaya dalam kemilau yang meredup

Tak ada lagi celoteh manja penuh cinta yang kau bisikkan

Hilang dalam air wajah mu yang mengeras

Inilah kamu yang tegap dihadap ku

Tersenyum kaku tanpa kehangatan

Hanya untuk melanjutkan kisah, dan kehilangan waktu untuk membagi bahagia

Hingga rindu tetap menjadi rindu

Karena cinta tak lagi membalut dunia kita

II

Hilang bersama semilir angin yamg berlalu

Redup bersama abu yang menganak

Gelap dalam dunia yang kosong

Hilang pada kepekatan malam

Bulan enggan menengok, bintang tak mau berbagi gemerlapnya

Tinggallah yang tak dicari pada sudut yang terlupakan

Hanya bersisa akar rindu yang tak menemukan cahaya cintanya

III

Lakon manusia dalam sandiwara

Mengaburkan rupa asli sang aktor

Mengikis jiwa penuh rasa

Meninggalkan topeng harapan peradaban

IV

Aku hanyalah aku

Perempuan yang kehilangan

Hilang pada gemuruh rindu untuk mu

Rindu yang dibisikkan oleh rintik hujan namun tak kau resapi

Rindu yang ditiupkan semilir angin dan kau abaikan

Rindu berdasar kecintaan yang kau acuhkan

Bukan karena kau membenci ku

Bukan juga kau tak suka pada ku

Aku hanya perempuan yang tak kau lihat

Bukan karena aku tak tampak

Kau hanya tahu hadir ku adalah salam perpisahan dan ucapan selamat tinggal yang akan berlalu

Malng, 25 Januari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s