Doubt: explanation coz perception

langit cerah dengan udara mendung hari ini mengisyaratkan warna hati yang tak pasti. malam semakin menanjak dan udara bertambah sejuk. bulan yang nyaris penuh tak begitu tampak diantara kerlap-kerlip kota. sejenak ku sempatkan mendongakkan wajah untuk menyaksikan cahaya alami ciptaan Nya. belum melingkar sempurna memang. namun, cukup untuk menerangi hati dalam kegundahan. setidaknya menyegarkan pandangan untuk stimulus hati dan pikiran yang beberapa waktu sebelumnya tersentak malu oleh beberapa pertanyaan bernada penasaran seorang kawan. kalimat-kalimat segamblang itu, mana percaya saya kalau kamu tidak paham maksudnya. tapi terima kasih karena sudah berpura-pura tidak paham (red. menurut ku). itu menyelamatkan muka saya yang sudah begitu malu karena ditanyakan goresan-goresan tentang mu oleh mu. walau pun catatan itu adalah bacaan publik. walau pun catatan itu telah menemukan jalannya untuk kau baca. saya hanya tidak menyangka jalannya seperti ini. pada setiap tarian jemari yang saya lakukan di keyboard laptop selalu tergambar warna hati yang mencari wadah untuk abadi. kisah bahagia, sedih, inspiratif, pahit, dan memori-memori kehidupan yang saya yakini akan menjadi pembelajaran berharga tidak hanya untuk saya sendiri. mungkin kamu, atau siapa pun yang membaca. dan semoga tidak menjadi beban untuk siapa pun. tidak untuk kamu, kekasih mu dan siapa pun yang membaca. begitu karena saya merasa buruk dengan catatan-catatan saya. tapi disisi lain, saya merasa menulis paling jujur dan tergambarkan dengan manis pada catatan itu.

saya kira tak perlu ada penjelasan untuk sesuatu yang tidak dimintai kejelasannya, namun persepsi yang mendarah daging tanpa kejelasan akan menciptakan keragu-raguan yang merisaukan. maka selalu ada kalimat untuk menjelaskan kata. dan akan ada paragraf yang menjelaskan kalimat. seperti adanya hikmah dalam menjelaskan kehidupan. bila Paulo Coelho menuliskan pada Kesatria Cahaya, “ada dua kekeliruan paling fatal dalam hidup, bertindak terlalu dini dan membiarkan sebuah kesempatan lepas begitu saja.” kesepakatan saya pada quotes itu yang membuat goresan-goresan pada catatan-catatan ini. setidaknya untuk membuktikan bagaimana egoisnya saya, saya menulis untuk kepuasan pribadi. karena seperti itulah perempuan egois seperti saya ini mensyukuri dan ikhlas pada kehidupan. setidaknya setiap goresan yang saya lakukan adalah bentuk harapan pengabadian memori, walau sebenarnya hujan pun tak akan mampu hapuskan jejak-jejak kenangan. karena setiap waktu yang terlewatkan adalah setiap langkah menuju akhir perjalanan dengan berbagai dinamisasinya yang berada dalam bayang-bayang persepsi dan menyangsikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s