kepercayaan politik, intensi memilih dalam pilpres 2014 dan keterlibatan di organisasi kampus

Ajzen (1975) didalam teori tindakan beralasan menyatakan bahwa intensi yang terdiri dari faktor sosial dan individual membentuk sikap yang dimanifestasikan dalam bentuk tindakan. Tindakan ini cenderung mengikuti intensi yang ditimbulkan oleh sikap seseorang terhadap suatu obyek tertentu. Intensi tersebut berakar pada keyakinan individu terhadap sesuatu. Sikap yang terbentuk melalui pengalaman seseorang (baik langsung maupun tidak langsung) akan membentuk keyakinan dan evaluasi. Ini akan mempengaruhi pembentukan intensi seseorang. Penjelasan tersebut juga berlaku pada aspek keyakinan normatif serta motivasi untuk mengikuti keyakinan tersebut (Manstead, 1996).

Political trust dihubungkan dengan keyakinan normatif pada tokoh dan institusi politik, dimana kepuasan dipandang sebagai sikap terhadap hasil kebijakan yang ada. Ini berarti, intensi untuk mempercayai pemerintah akan disesuaikan dengan nilai-nilai yang ada dimasyarakat itu sendiri. Sehingga individu akan cenderung mempertimbangkan dengan cermat dalam mengambil sikap terhadap kinerja pemerintahan. Boon dan Holmes (1999) menjelaskan bahwa trust seringkali dihubungkan dengan pengetahuan dan intensi seseorang. Interaksi akan menyebabkan kepercayaan dibangun dengan baik sehingga semakin memperkuat trust antara penerima dan pemberi trust itu sendiri.

Banyak faktor yang mempengaruhi intensi memilih seseorang, salah duanya adalah political trust dan keterlibatan di organisasi politik kampus. Seperti yang dikemukakan oleh Miztal (2001) sebelumnya, political trust merupakan kepercayaan seseorang terhadap komonen-komponen politik yang berlaku saat ini. Pengertian tersebut mampu menjelaskan alasan political trust merupakan faktor yang mempengaruhi intensi memilih. El Sahn (2013) dalam penelitiannya menemukan bahwa political trust merupakan variabel yang memiliki pengaruh positif terhadap intensi memilih seseorang. Sigelman dkk (2001) menyatakan bahwa terdapat beberapa komponen psikologi yang mempengaruhi intensi memilih seseorang seperti: perbedaan partai yang satu dan yang lainnya, identifikasi partai, kepercayaan politik, efikasi politik, sertasinisme politik. Kehendak seseorang untuk memilih atau tidak memilih dalam pemelihan presiden 2014 akan cenderung mengikuti sikap mereka terhadap peilpres itu sendiri. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa sikap seseorang didasarkan pada evaluasi dan keyakinan terhadap suatu obyek sikap serta motivasi yang mengikuti keyakinan tersebut. Political trust sebagai kepercayaan seseorang terhadap komponen politik merupakan suatu sikap yang telah melalui tahap evaluasi secara kognitif. Sehingga motivasi untuk mempercayai komponen politik yang tinggi akan linear dengan intensi memilih yang tinggi pula.

Dermody dan Scullion (2008) mengidentifikasi sikap politik sebagai tingkat kepercayaan pada pemerintah dan tokoh politik, efikasi politik para pemilih, serta tingkat sinisme masyarakat. Mereka mengidentifikasi dampak psikologis terhadap intensi memilih pada pemilih pemula di UK. Penelitian ini menghasilkan dampak dari sikap politik pada pemilih pemula terhadap perilaku politik mereka. Penelitian yang lain dilakukan oleh Singh dkk (1995) mengenai konsep perilaku konsumen didalam dunia politik dengan pendekatan teori tindakan beralasan. Pengukuran dengan menggunakan model ini menunjukkan dampak terhadap norma subyektif yang diekspresikan kedalam pengaruh media massa dan kelompok sosial, sikap pemilih terhadap kandidat, dan sikap pemilih terhadap partai politik dalam intensi memilih kandidat partai tersebut.

Mahasiswa sebagai elit terpelajar yang diharapkan mampu mencerdaskan kehidupan bangsa memiliki pengaruh yang besar dalam evaluasi pemerintah di Indonesia. Hubungangannya dengan intensi memilih dalam pemilihan presiden 2014 adalah proses pembentukan intensi itu sendiri yang terjadi pada mahasiswa. Utama (2004) didalam penelitiannya tentang pengaruh keterlibatan di organisasi politik kampus dengan intensi memilih seseorang menghasilkan pengaruh yang negatif. Artinya, semakin tinggi keterlibatan seseorang didalam organisasi politik kampus, maka akan semakin rendah intensi memilih mereka dalam pemilihan umum. Keterlibatan di organisasi kampus yang membuat mereka memiliki pengalaman tersendiri dalam suatu sistem tata kelola organisasi serta pengetahuan dan wawasan terhadap pemerintah saat ini akan membentuk sikap mereka yang kemudian menentukan intensi mereka untuk memilih. Demikian juga dengan nilai-nilai yang ada dimasyarakat akan memiliki pengaruh terhadap mereka dalam menentukan intensi memilih.

Penjelasan mengenai keterkaitan political trust dan keterlibatan di organisasi kampus dengan intensi memilih dalam pemilihan presiden 2014 dapat menggunakan teori tindakan beralasan (theory of reasoned action) oleh Fishbein dan Ajzen (1975). Diketahui sebelumnya bahwa terdapat tiga asumsi dasar TTB. Asumsi tersebut menjelaskan bahwa keinginan seseorang untuk memilih atau tidak memilih didalam pemilihan presiden didasarkan pada pertimbangan yang masuk akal seperti pengetahuan dan pengalaman mereka selama terlibat di organisasi politik kampus sebagai informasi yang mereka miliki serta evaluasi mereka terhadap pemerintah saat ini (kepercayaan politik masyarakat) juga dianggap sebagai pertimbangan mereka.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat ditarik satu garis kerangka pemikiran bahwa political trust dan keterlibatan di organisasi kampus merupakan prediktor yang mempengaruhi intensi memilih dalam pemilihan presiden 2014 dikalangan mahasiswa.

4 thoughts on “kepercayaan politik, intensi memilih dalam pilpres 2014 dan keterlibatan di organisasi kampus

  1. Siang, Kak. Sebelumnya, perkenalkan… saya Annisa, mahasiswi psikologi angkatan 2011 di Universitas Al-Azhar Indonesia. Saya sedang menyusun skripsi dengan variabel 2-nya adalah intensi memilih. Boleh saya tahu, buku referensi yang Kakak gunakan dalam tulisan ini apa? Karena sepertinya akan sangat berguna dalam penelitian saya. Terima kasih, Kak. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s