Kebangkitan nasional: sudahkah membangkitkan nasionalisme masyarakat?

GambarSenin, 20 Mei 2013 – seratus lima tahun berlalu pasca boedi utomo mendirikan sebuah organisasi yang kemudian diabadikan sebagai suatu hari yang dewasa ini dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Sebelumnya, apa ia masih melekat disanubari anak bangsa bahwa tanggal 20 Mei merupakan suatu hari yang perlu dikenang kalau pun tidak sampai diperingati. Seiring dengan terkikisnya nilai-nilai kebangsaan dari diri pemuda bangsa (tidak seluruhnya) membuat berkurangnya kesadaran akan identitas bangsa.

Bila menilik dari sejarahnya, ada dua peristiwa penting yang membangkitkan persatuan pemuda bangsa ini, berdirinya organisasi pertama di Indonesia (Boedi Utomo; 20 Mei 1908) dan sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Semangat persatuan yang berangkat dari rasa penolakan akan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing mampu menghimpun pemuda bangsa dizaamannya menjadi pelopor pemersatu negeri nusantara.

Pemilihan tanggal berdirinya Boedi Utomo sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang setiap tahunnya diharapkan untuk diperingati bangsa ini adalah suatu wujud dari penghargaan dan cara bangsa untuk mengenang sejarah bangsa. Itupun saat ini tidak terlihat sebagai suatu rasa hormat dalam mengenang dan memperbaharui lagi semangat nasionalisme dan persatuan bangsa. Hal ini terlihat dari tidak meriahnya momen ‘Kebangkitan Nasional’ ini dikalangan pemuda, dan begitu mirisnya melihat masih ada pemuda bangsa yang dewasa ini tidak mengetahui hal ihwal mengenai Hari Kebangkitan Nasional. Mungkinkah momen ini begitu eksklusif bagi kalangan tertentu saja?

Saat kita menelaah Hari Kebangkitan Nasional berdasarkan terminologi kata, kita dapat melihat bahwa ini merupakan suatu hari yang disematkan sebagai penghargaan bahwasanya Indonesia pernah membangkitkan nasionalisme para pemudanya disuatu masa untuk mempersatukan bumi Nusantara. Sehingga, suatu momen akan diabadikan dan tidak terlepas dari sejarah. Keabangkitan sebagai suatu kata yang menerangkan kata kerja dasar ‘bangkit’ sebagai wujud dari individu beraktivitas dengan semangat penuh. Nasional merupakan kata yang merangkum suatu aktivitas sebagai representasi dari negara secara umum. Kedua kata ini dapat dirangkai sebagai suatu momen memperingati perilaku individu didalam merepresentasikan bangsanya dan memperbaharui, mengevaluasi, serta mendesign kembali semangat persatuan bangsa yang pasti berdinamika sesuai dengan zamannya, namun tetap dengan nilai-nilai yang tidak mengacuhkan awal terbentuknya.

Tentunya, nasionalisme sebagai suatu ideologi perlu menjadi bagian yang terinternalisasi pada diri pemuda bangsa ini didalam aktivias kesehariannya. Berbagai bwntuk perilaku dan sikap dapat ditunjukkan sebagai wujud dari semangat nasional pemuda yang merupakan bagian dari pembentuk bangsa ini. Suatu hari yang diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan pada semangat nasionalisme bangsa.

Kemudian, bagaimana dengan nasionalisme masyarakat Indonesia dewasa ini? Sedikitnya kesadaran pemuda bangsa akan peringatan 20 Mei sebagai hari yang memperingati ‘Kebangkitan Nasional’ dapat merepresentasikan secara kasat mata bagaimana jiwa nasionalisme masyarakatnya. Ini adalah penilaian yang subjektif bila digeneralisasi pada seluruh masyarakat, karena negara yang kerap kali dikenal dengan sebutan bumi nusantara ini masih memiliki masyarakat yang peduli akan persatuan dan keutuhan negara serta memperingati momen ini sebagai wujud penghormatan dan cara untuk mempersuasi masyarakat dalam membangkitkan rasa nasionalisme terhadap bangsanya.

Ketika seorang pemuda menginternalisasi nasionalisme sebagai sikap didalam kesehariannya, maka Hari Kebagkitan Nasional hanya sebuah bentuk peringatan dan nasionalisme selalu dihati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s