Ngayogyakartha

September 2012

menghirup udara pada suasana yang berbeda, ehmmm,, akan ku habiskan waktu yang lama disini, oh tidak, tidak seharusnya begitu lama, nampaknya aku hanya belum terbiasa ada di sini, sehingga masih terasa asing. tapi, satu hal yang aku izinkan pada jiwa ini adalah berucap “kita akan kembali pada sejuknya tanah tercinta, sesegera mungkin setelah tugas akademis ini terselesaikan, dan ohh betapa merindunya saya pada kota itu, padahal hanya sekian jam yang lalu saya masih menghirup aroma segarnya tanah dikota itu.”

ku temukan suasana berbeda, tanah yang berbeda, udara yang berbeda, makanan yang berbeda, tempat tinggal yang berbeda, kawan yang berbeda, hanya menatap pada silih bergantinya mentari dan rembulan yang merupakan ritual yang sama telah ku lakukan dikota sebelumnya. kali ini situasi nya tak jauh berbeda, hanya saja, disini aku melakukan nya tanpa mu.

oktober 2012

nampaknya aku mulai terbiasa dengan aroma dunia dan berpijak pada tempat ini, tidak benar-benar terbiasa, hanya menyesuaikan kondisi saja. tidak semaksimal yang terlihat, namun cukup melegakan dengan setitik motivasi penguat jiwa. “ini adalah sebuah tugas, tugas akademis yang bersifat temporer, dan ini tidak sedemikian menyulitkan karena saya mampu sesegera mungkin menyudahi nya. dan kembali menginjak tanah mu.”

secercah harapan membuat segalanya terlihat akan segera menginjak batas akhir dari petualangan menemukan selembar penghargaan untuk strata sosial yang naik se per sekian inchi. apakah akan begitu juga pada paradigma berpikir dan konsep kebijaksanaan? entahlah, sejauh yang berjalan, kesannya menunjukkan ini semakin parah, atau aku telah melupakan hari-hari yang dulu, pada jejak-jekjak ditanah itu.

november 2012

sudah memasuki bagian ketiga dalam hitungan bulan, semakin ku terlempar jauh dari dunia yang dulu, semakin ku merasa menjadi yang berbeda, entah ini semacam terlahir kembali atau kah semacam menggunakan topeng saat tidak menginjak tanah itu. entah lah, apakah ini semacam terus terikat pada tanah itu. begitu merindu akan masa lalu, atau kah apa? toh semua nya akan dilalui, dan semakin cepat dilakukan akan semakin baik, hingga semakin dini pula untuk terselesaikan, semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s