Cinta: buat rumah dihatimu

Langit biru membentang seluas mata memandang, gumpalan putih awan menggantung layaknya perhiasan alam. Riuh suara manusia dalam perkumpulan-perkumpulan yang bergumul mengais kehidupan. Dan kau menghadirkan secercah keindahan dalam dunia aneka warna yang melelahkan. Apakah ini adalah pertanda? Atukah hanya ketulusan seorang kawan?

Dalam dekapan angin malam

Lirih suara alam menggema, membisikkan nada-nada kehidupan

Dalam untaian kata

Lirih terucap sejuta kisah kau dan aku

Masih dengan segenap ego dan pengharapan

Masih berupa kiasan dan ketidakjujuran

Kita bermain diatas peruntungan kehidupan

Ini hanyalah sinyal-sinyal tak berarti yang sesaat berlalu menyapa dunia kita

Kau pun aku masih termangu, masih menunggu dalam ketidakpastian

Bila masih tetap saja awan hitam tak mau terkuak agar langitnya cerah, bila masih saja terik mentari enggan meredup pada siang hari, bila udara malam masih setia mendinginkan suasana. Disinilah saya akan tetap berdiri tegak. Untuk merangkai setiap kisah yang kita jalani menjadikannya cerita penuh mkna dalam kenangan indah. Tak akan memaksa bagaimana kehidupan mengartikan keberaadaan kita, atau bagaimana kau dan aku menghadirkan aku dan kamu didalam kehidupan. Cukup dengan sebuah kesadaran cainta yang telah bertahta pada sebuah hati. Cukup dengan kesadaran cinta, yang telah percaya pada sebuah asa. Cukup dengan kesadaran cinta, yang menghiasi segenap jiwa. Cukup dengan kesadaran cinta, yang berbagi kehidupan dengan kamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s