PATAH

Aku tak pernah berfikir mencintaimu walau Cuma sekejap

Tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang terbalik

Aku mencintaimu sejak kali pertama

Saat lembut sapa mu terucap dan mata lugu mu menggugat

Tanpa ku sadari lajunya 2 tahun sudah aku menunggu mu

Mengurung ku dengan cinta satu-satunya

Ku bela tanpa harus aku bertanya-tanya

Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski Cuma satu huruf

Sepertinya iya?!

Satu paragraph pertama dari karya Moamar Emka dalam “Cinta itu kamu”, dan saya pun terhenyak. Senyum simpul mengembang disudut bibir. Beberapa untaian kata yang dengan indah melukiskan yang telah lama ingin ku sampaikan. Kepada siapa, entahlah. Tak harus bertuan rindu ini. Hanya sekedar rindu kepada seorang yang tetap setia menghembuskan impian semu dalam setiap tidur lelap saya. Apakah ini adalah sayang? Sebuah obsesif pribadi? Atau hanya sederhananya cinta yang baru saja saya kenal setelah kedipan pertama mata cokelatnya. Bagai sebuah asa tanpa ujung. Sampai hari ini dia masih menjadi mahkota sang ratu. Saya mencintaimu. Ya. Ya. Ya. Sudahlah, saya begitu lelah untuk berdusta. Tho tidak ada bedanya. Anda tahu dan anda tidak tahu sekali pun. Anda akan selamanya mengenal saya sebagai seorang TEMAN. Kalau seorang Moammar Emka menunggu cintanya selama 2 tahun. Saya terus mengingatkan dan menyadarkan diri saya sendiri bahwa anda tidak akan pernah bersama saya dengan cara yang saya inginkan, dalam kurun waktu yang sama 2 TAHUN. Namun, tiap kalimat dalam sajak tersebut, terus menyayat jiwa ini dengan sindiran indahnya. Mungkin sang penulis jujur akan cinta tulusnya. Saya pun seharusnya insyaf akan kenyataan hidup. Hey, anda sang pemilik mata tajam dan senyum menawan. Adakah cara sangat efektif untuk berhenti berharap lebih pada anda???? Saya tahu anda punya kehidupan sendiri hari ini. Jagalah diri anda. Semoga saya bisa lebih cepat untuk menghempaskan kelebihan rasa ini untuk anda. Maaf, saya mengganggu kehidupan anda dengan rasa saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s