Refleksi 2010

3 Januari­__pulang dari bandung. Banyak hal yang menyenangkan + membahagiakan disana. Taon baru sama rempokkzzz, mengenang masa lalu sama Zizah + Sisil, maen-maen ke kawah putih. Macetnya bandung, hujan dibandung, banjir ditengah lalu lintas yang mAcet, bus damri, nyari patas (bus) di semarang, bau belerang di kawah putih, indahnya pemandangan dari kereta. Mana bisalah aku menyesali perjalananku. So amazing. Nyampe malang lagi. Waktunya tell the truth… aku pasti bisa melakukan ini. Udah ku perkirakan dan insya Allah aku siap menerima apapun yang terjadi.kenapa harus takut. Kejujuran emang menyakitkan. Tetapi lebih baik karena jelas + gak menggantung. Ini demi kebaikan bersama. Jujur, aku takut and gugup. Tapi ini yang terbaik  wat semua… hidup kejujuran. Ifa selalu sayang kalian…

14 Februari__masih ada 1 hal yg kurahasiakan dari diri ku sendiri, untuk 1 hal ini aku angkat tangan dan menyerahkannya pada waktu. Kenapa juga aku harus merepotkan hal itu. Sekarang berharap semoga KRS an besok berjalan dengan baik, karena sebenarnya aku lelah. Tapi masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan.

18 Februari__aku kangen karena terlalu terbiasa bersamanya atau karena aku saying?? Tapi yah sudahlah, hanya ingin menjaga dan menyayanginya saja. Mungkin begitu lebih baik.

9 Maret__aku benci air mata ini menetes lai, tapi aku tahu segel kerannya telah terlepas. Dan ku usahakan tidak dipundak kalian. Maaf merepotkan kalian semester kemarin.

11 Maret__pengen maen2 lagi dengan 3 orang itu, bisa gak yah. Aku gak tahu apa yang membuat kita menjauh. Tapi aku berharap kita bisa aen2 bareng, walaupun gak tiap waktu. Entah mereka kangen juga gak sama kebersamaan. Menunggu dan berharap itu pun aku tetap menjalani kehidupan. Harus. Jadi, coba kurasakan saja perjalanannya.

18 Maret__ketika amu memikirkannya, maka ia bermakna untuk hidupmu.__dan ketika ia mengizinkan ku untuk berbagihidup dengannya, maka ssaat itu aku adalah brmakna untuk hidupnya.

21 Maret__evaluasi pengurus dah selesai. Senang malam minggu kemaren bisa ngopi + maen kartu ber4. Hal yang udah lama BGT ak pernah dilakuin..

25 April__aku akan merindukan setiap cerita indahyang telah berlalu dari kehidupan ku. Tapi adalah sebuah kepastian bahwa tak ka nada kejadian berulang, sehingga berharap adalah bulshit. Jadi aku belajar untuk mengenang dan belajar mengucap terima kasih kepada kawan2 yg telah mewarnai kisah bahagia ku. Kapan ngopi bareng??

5 Mei__disini dikamar kost ku. Saat nafas mengalun lembut penuh ritme. Saat pena menggores tegas dari genggaman jemari. Saat piker melayang jauh berkelana. Saat tubuh merintih lelah bersimbah peluh. Diam dalam bahasa-bahasa jiwa. Isyarat jiwa bagai rintihan hati. Asa lelah dinanti. Mimpi peluh menggapai. Bias sinar mentari memancar ke bumi. Melalui hantaran rembulan dimalam hari. Waktu memutar berkuasa. Tubuh bergetar menyudut. Gores demi gores kata terukir. Tetes demi tetes air mengalir. Makin menegas. Makin mengeras. Bertambah deras.

10 Mei__kalau aku bilang bisa hidup sendiri tanpa orang lain, itu bohong, karena aku selalu membanggakan diri dapat bersama banyak orang, tapi… aku melukai banyak orang dengan keberadaan ku. Ya Allah. Ifa lelah, pengen istirahat.

22 Juni__aku cpek ya Allah. Au mau istirahat.

18 Juli__ hope LK-2 ciputat sukses, belum nyipin apa2.

21 Agustus__inilah hidup, ketik debar jantung ini mengencang saat aku berada didekatmu. Aku masih tak mengerti keajaiban cinta yang sering orang-orang ungkapkan. Aku masih tak mengerti pahitnya cinta yang orang-orang rintihkan. Aku hanya ingin menikmati setiap jengkal rasa ini. Rasa yang bergejolak dalam hati, terbersit dalam benak, atau pun terwujud dalam lakon. Sesederhana rasa sayang ini pada mu kan ku jaga kehidupan ku. Lama-lama bosan juga kalau penantian kepastian ini tak berujung. Dan lagi-lagi, aku pun lelah bila hanya berkutat pada hal ini saja. Just fun in life. Seperti tak pernah ku ungkapkan bahwa pesona mu membayang dalam kehidupan ku, tak kan ku sebut, hadir mu menambah kebosanan dunia ku. Akan tetap berjalan sesuai dengan mu. Bukan diri mu yang menjadi dalang gerak langkah ku, sayang. Tapi sikap mu akan menuai hasil pada jawab tingkah ku. Bersyukur saja, saat ini aku belum bosan menyayangi mu. Dan semoga saja tidak ada yang merasa kehilangan saat u bosan bermanis rupa untuk mu hak mu tak kan ku ganggu untuk bertindak dalam keinginan mu tanpa atau pun dengan intervensi orang lain. Dan hak ku juga dalam menanggapi segala stimulus yang ada dengan cara yang menurut ku pas. So, apakah ini cinta dengan logika?! Atau sebuah tak-tik penuh perasaan?! Tuhan bukn dictator, pun tak berideologi kapitalisme. Merdekakan saja diri mu dulu, sebelum mewujudkan masyarakat adil dan makmur untuk lingkungan mu.

4 September__maaf, saya tidak bisa menyayangi kamu sebagai adik mu__Allah tidah pernah melarang hambanya untuk saling menyayangi.

21 September__pulang kampong menjadikan ku menerka-nerka, apa jadinya kehidupan ku kalau kembali ke malang lagi. Tiba di Malang, dengan setumpuk impian dikepala, membuat ku semakin banyak beristighfar dan menguatkan diri untuk tetap bertahan. Lebay.com, kayak apaan aja. Yang perlu diucapkan sudah terucap, yang harus dijelaskan pun sudah jelas. Jadi, akan ku ucapkan selamat tinggal pada semua pernak-pernik “rasa” yang membuang-buang waktu itu. Terima kasih atas respon anda yang membuat saya telah berkesimpulan. Saya senang bekerjasama dengan anda.

23 September__lelah untuk tetap kuat dan menopang. Bisakah kita memakai kata “saling” dalam setiap langkah. Rapuh jiwa tanpa penopang. Dapatkah nada sunyi membangunkan jiwa yang kosong. Saya terlahir tanpa kamu. Saya mengenal kamu. Seperti apa cara melupakan mu. Aku pulang untuk sang ibu. Mereguk asa ke dalam kalbu. Aku pulang untuk sang ibu. Merenung sepi menepis rindu.

24 September__mata mengerjap perih. Nada membisik lirih. Sepi yang sangat menyentuh. Asa dan harapan telah rapuh. Aku tak lagi berlabuh.

25 September__jika hati ini meluluh. Ayunan tangan mengusap peluh. Lemah, tak berdaya dan rapuh. Perlu penguatan untuk setiap tingkah.

4 Oktober__banyak pikir, banyak asa. Semua harap membayang perih. Diri yang kini terhempas.raga yang telah terpinggirkan. Pada hati yang mengelus rintihan jiwa.

14 Oktober__waktu tidak menunggu. Bumi tetap berotasi. Nafas lanjut berhela. Hati menggema rintihan tanpa suara.

20 Oktober__fine. Saya masih tertatih untuk ini. Tapi ini real. Lantas apa? Nothing.

26 Oktober__banyak yang membuat saya lelah hari ini. Allah, saya mungkin lebih kuat dari ini. Tapi saya lupa seperti apa kekuatan itu.

3 November__dia akan dating ketika kalian membutuhkannya, tetapi tidak menginginkannya.

30 November__gerah dunia malam ini. Wajah murung termenung penuh peluh. Angin enggan berhembus. Nyanyian alam pun tak terdeteksi. Awan menggumpal mengunyah rembulan.langit menggelap menguburkan gemintang. Langkah begitu gontai dalam kehampaan. Raga beraktivitas tanpa nyawa. Telah lama mati tertimbun dosa. Hanya dengan uluran tulus kasih-Nya. Hingga masih mampu memijak bumi.

6 Desember__sebegitu jauhnya kah kita?? Aneh, karena saya sudah tidak pernah merindukan masa-masa itu. Sudah setahun berlalu dari hari-hari indah kita pada semester 3. Sebuah memori yang tidak akan pernah saya lupakan. Seperti apa pun kita sekarang, tetap saja dulu kita pernah menikmati keakraban kita. Jikalau itu bisa diatakan akrab. Saya sudah merasa asing dengan diri saya sendiri. Lantas bagaimana saya akan menjelaskan apa yang saya rasakan terhadap kalian. Sepertinya saya telah tak berjiwa lagi. (waktu terus mengikis kehidupan, tiap detik menjadi sentuhan kenangan, disini raga teronggok tanpa jiwa, disini raga telah lupa kehangatan jiwa, disini raga meninggalkan keteduhan jiwa, sepi dalam kesendirian malam, hening dalam kesunyian alam, manusia-manusia ceria tertawa gembira, manusia-manusia cerdas tersenyum bangga, manusia-manusia sukses tertidur pulas, disini jiwa tak menemukan raganya, disini jiwa melayang tak menemukan labuhan. Disini jiwa telah lupa cara bahagia, rintik air menganak sungai pada kelembutan kulit, hati telah lama mengeras, jiwa telah lama tergerus, raga semakin terkikis, inilah saya dalam keheningan dunia, inilah saya pada isolasi keramaian, inilah saya saat tak terbalut jiwa)

14 Desember__bila waktu terus menggerus kehidupan. Maka raga tetap tertatih menapaki perjalanan. Aktivitas terus berlanjut. Usia semakin terkikis. Butuh gerakan tidak hanya sekedar teriakan. Perlu kekuatan tidak hanya angan-angan. Produktivitas diri sebagai cerminan kesungguhan jiwa.

26 Desember__ Ya Allah, sungguh ifa begitu L.E.L.A.H. tapi ifa tahu, ifa harus. And I wish I could. Maafkan saya kawan, karena saya terus memperlambat jalan kalian. Bukan untuk siapa-siapa, tapi saya tahu, saya harus.

28 Desember__Ya Allah maafkan saya atas hal ini. Saya tidak akan melakukannya. Saya berjanji. Tapi saya memohon. Dan tolong jangan acuhkan permohonan saya ini. (kepada seorang kawan, terimakasih tas kesediaan anda sebagai sandaran saya, maaf karena saya merepotkan anda setiap waktu. Kepada kedua orang tua saya, inilah saya tanpa satu apa pun yang patut kalian banggakan, maaf. Kepada seorang adik, maafkan saya karena semua yang mengecewakan.)

31 Desember__masih berharap ya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s