“anata”

ketika ia memulai dan mengucap dengan penuh rasa… maka jiwa ini pun tersetuh…

ketika jiwa ini merintih dan raga ini lelah… ia akan hadir dengan seulas senyuman dan menyegarkan jiwa…

ketika waktu mengantarnya pada ku, maka mekar kelopak bunga yang jatuh pun gugur dengan senyuman ikhlas…

maaf, karena aku tidak mengerti maksud dan ingin mu. terima kasih karena coba untuk buat ku mengerti. tapi aku tidak akan dapat paham diri mu dengan diam mu.

tanpa meminta, kau adalah jiwa-jiwa berharga yang menempati relung-relung hati ini…

rasa menepis lelah

rasa menggugah rasa

rasa menggugah cita

raga membungkus jiwa

raga meraba mimpi

raga menghitung kisah

langkah meniti jejak

langkah merangkai mimpi

langkah membungkus nafas

dunia adalah merasakan

bagaimana raga ini melangkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s