family

asal-usul saya darimana berarti saya akan membahas panjang lebar tentang keluarga saya. tempat saya dilahirkan, dididik, dibina, diajari, dan di-di-di yang lainnya. sungguh takkan pernah selesai dan putus kata yang menyambung untuk merangkai cerita tentang mereka. hanya berbicara tentang bapak, mama, dan sii bungsu aan saja, saya akan sangat lelah untuk mengetik. tapi tidak akan lelah hati ini terus melimpahkan cuarahan kasih sayangnya untuk ketiga orang sumber inspirasi saya untuk bertahan hidup.

hari ini, didalam ruang kost yang kecil, mereka semua berada di depan mata. bukan waktu yang tidak tepat, saya sangat menikmati bila rasa lelah dan penat dengan segala realita kehidupan yang ada terbayar dengan melihat senyuuman mereka (hmm… kayak yang sudah tua BGT aja sii). tapi jujur saya tidak merasa adalah tepat membagi gundah ini dengan mereka. tidak ingin membuat mereka khawatir akankah saya dapat bertahan di Malang, atau pun mereka menjadi sedih atas saya. sungguh, jangan sampai itu terjadi. cukup dengan mereka ada, sebagai penyegar dari segala penat yang ada. saya yakin saya dapat membungkus cacat ini serapi mungkin. tidak akan lama. hanya untuk membiarkan mereka melihat saya baik-baik saja. dan seperti itu lah yang sesungguhnya saya harapkan akan saya rasakan. suatu kehidupan yang baik-baik saja.

mama : owh, tanpa hadist nabi saw. tentang bagaimana seorang ibu pun, beliau sudah sangat berarti untuk saya. seseorang yang dengan segenap hatinya adalah untuk keluarga. seorang yang selalu kuat karena keluarganya butuh kekuatan darinya. terima kasih mama sudah bersedia selalu ada untuk saya.

bapak : ketika saya merasakan kasih sayang dari seorang berhati lembut dengan wajah yang ditegarkan. maka saya mengucap syukur pada-Nya karena lengkaplah sudah kehidupan yang saya miliki. saya tahu saya cukup cerewet dalam menentang beberapa hal dari beliau. saya tahu kami bukanlah dua kepala yang gampang berada pada situasi yang sejalan. tapi selalu menjadikan saya terenyuh dalam setiap renungan saya. karena dalam setiap saat kami berada dalam situasi ketidakcocokan. tak pernah sedikit pun kasih sayang beliau luntur untuk sii anak yang pembangkang ini.

aan : sii bungsu yang karena kehadirannya memberi warna dalam kehidupan saya. 5 menit setelah pertengkaran penuh amarah di depan televisi, akan menjadi tawa ceria di teras belakang rumah. seseorang yang membuat saya belajar meredam emosi. seorang yang membuat saya belajar menikmati hidup. seseorang yang mengajak saya berbagi dan egois dalam satu waktu. seorang yang menjengkelkan karena selalu menjadi orang yang saya rindukan dimana pun kaki saya berpijak. seorang yang dengan sederhana dapat menggugah pikir saya. selalu akan menjadi manusia yang berarti dalam hidup saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s