Abraham Maslow in personality psychology alwisol



  1. 3 aliran yang kekuatannya paling besar dalam psikologi, yt : psikoanalisis, behaviorisme, dan humanisme.
  2. Pandangan humanisme mengenai nilai-nilai kemanusiaan : humanisme menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri (self-realization). Humanisme menentang pesimisme dan kepurus asaan pandangan psikoanalitik dan konsep kehidupan “robot” pandangan behaviorisme. Humanisme yakin bahwa manusia memiliki di dalam dirinya potensi untuk berkembang sehat dan kreatif, dan jika orang mau menerima tanggung jawab untuk hidupnya sendiri, dia akan menyadari potensinya, mengatasi pengaruh kuat dari pendidikan orang tua, sekolah, dan tekanan sosial lainnya.
  3. 5 pandangan holistik dalam kepribadian :
    1. Kepribadian normal ditandai oleh unitas, integrasi, konsistensi, dan koherensi. Organisasi adalah keadaan normal, dan disorganisasi berarti patologik.
    2. Organisme dapat dianalisis dengan membedakan tiap bagiannya, tetapi tidak ada bagian yang dapat dipelajari dlam isolasi. Keseluruhan berfungsi menurut hukum-hukum yang tidak terdapat dalam bagian-bagian.
    3. Organisme memiliki satu drive yang berkuasa, yaki aktualisasi diri (self actualization). Orang berjuang tanpa henti (continuous) untuk merealisasi potensi inheren yang dimilikinya pada ranah mana pun ynag terbuka baginya.
    4. Pengaruh lingkungan eksternal pada perkembangan normal bersifat minimal. Potensi organisme, jika bisa terkuak di lingkungan yang tepat, akan menghasilkan kepribadian yang sehat dan integral.
    5. Penelitian yang komprehensif terhadap satu orang lebih berguna daripada penelitian ekstensif terhdap banyak orang mengenai fungsi piskologis yang diisolir.
    6. Kelemahan riset binatang menurut humanisme yt : riset binatang memandang manusia sebagai mesin dan mata rantai refleks-kondisioning, mengabaikan karakteristik manusia yang unik seperti idea, nilai-nilai, keberanian, cinta, humor, cemburu, dosa, serta puisi, musik, ilmu, dan hasil kerja berfikir lainnya. Menurut Maslow, behaviorisme secara filosofis berandangan dehumanisasi.
      1. Pandangan Maslow tentang sifat-sifat hereditas manusia : manusia memiliki struktur psikologik yang analog dengan struktur fisik yaitu kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan yang sifat dasarnya genetik. Beberapa sifat menjadi ciri umum kemanusiaan dan yang lainnya menjadi ciri unik undividual. Kebutuhan, kemampuan, dan kecenderungan itu secara esensial sesuatu yang baik, atau paling tidak sesuatu yang netral, itu bukan setan. Sifat setan yang jahat, destruktif, dan kekerasan adalah hasil dari frustasi atau kegagalan memuaskan kebutuhan dasar, dan bukan bagian dari hereditas. Manusia mempunyai struktur yang potensial untuk berkembang positif.
      2. Enculturated (pembudayaan) memasung kreativitas karena enculturated menuntut keseragaman berfikir kepada semua orang. Termasuk di dalamnya pendidikan formal yang menuntut keseragaman berfikir kepada semua siswanya.
      3. Yang menjadi pendekatan humanistik adl mengarahkan pusat perhatiannya kepada manusia sehat, kreatif, dan mampu mengaktualisasikan diri.
      4. Obyek penelitian humanistic personality adalah orang-orang yang terkenal, tokoh-tokoh idola yang kreativitas dan aktualisasi dirinya mendapat pengakuan dari masyarakat luas, misalnya Eleanor Roosevelt, Albert Einstein, Walt Whiteman, dan Ludwig Bethoven.
      5. Teori motivasi Maslow disebut teori hirarkis karena Maslow menyusun teori motivasi manusia, di mana variasi kebutuhan manusia dipandang tersusun dalam bentuk hirarki atau berjenjang. Setiap jenjang kebutuhan dapat dipenuhi hanya kalau jenjang sebelumnya telah (relatif) terpuaskan.

10. Jenjang kebutuhan secara rinci menurut Maslow :

Kebutuhan Berkembang

(meta need)

Self actualization needs

(metaneeds)

Kebutuhan

Karena

Kekurangan

(basic need)

Esteem needs
Love n belonging needs
Safety needs
Physiological needs

11.  Jenjang motivasi bersifat mengikat, maksudnya kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah harus relatif terpuaskan sebelum orang menyadari atao dimotivasi oleh kebutuhan yang jenjangnya lebih tinggi.

12. Kebutuhan bersifat tumpang tindih, maksudnya masing-masing kebutuhan tidak bekerja secara eksklusif, tetapi bekerja tumpang tindih sehingga orang dalam satu ketika dimotivasi oleh 2 kebutuhan atau lebih.

13. Kebutuhan tidak selalu bergerak lurus,  maksudnya orang tidak selalu bergerak lurus dari kebutuhan fisiologis terpuaskan, rasa aman terpuaskan, belonging, dan seterusnya, tetapi tingkat kepuasan pada satu jenjang mungkin masih sangat rendah, orang sudah memperoleh kepuasan yang lebih besar pada jenjang yang lebih tinggi. Tidak peduli seberapa tinggi jenjang yang sudah dilewatinya, kalau jenjang di bawah mengalami ketidakpuasan atau tingkat kepuasannya masih sangat kecil, dia akan kembali ke jenjang yang tidak terpuaskan itu sampai memperoleh tingkat kepuasan yang dikehendaki.

14. Kebutuhan yang prioritasnya lebih besar untuk dipuaskan pada umumnya adalah kebutuhan yang lebih rendah. Namun bisa terjadi pengecualian, akibat sejarah perkembangan perasaan, minat, dan pola berfikir sejak anak-anak, orang yang kretaif lebih mementingkan ekspresi bakat khususnya alih-alih memuaskan dorongan sosialnya, orang memprioritaskan kebutuhan kepuasan self esteem di atas kebutuhan kasih sayang dan cinta, atau orang memprioritaskan nilai-nailai / idea tertentu dan mengabaikan kebutuhan fisiologis dan rasa aman.

15. Kebutuhan meta menjadi ciri kemanusiaan : kebutuhan meta muncul belakangan dalam evolusi perkembangan manusia. Semua mahluk hidup membutuhkan makan dan minum, tetpai hanya manusia yang memiliki kebutuhan aktualisasi diri, mengetahui, dan memahami. Karena itu semakin tinggi tingkat kebutuhan yang dimilikinya, semakin jelas beda nilai kemanusiannya.

16. Hubungan usia dengan munculnya kebutuhan : kebutuhan yang lebih tinggi muncul belakangan dalam perkembangan individu. Aktualisasi diri mungkin baru akan muncul pada usia pertengahan. Bayi hanya memiliki kebutuhan fisiologis dan keamanan, dan pada masa adoselen muncul belonging, cinta, dan esteem.

17. Perbedaan akibat kegagalan memuaskan kebutuhan tinggi-rendah: kebutuhan yang semakin lebih tinggi, semakin kurang kaitannya dengan usaha mempertahankan kehidupan, perolehan kepuasannya bisa ditunda. Gagal memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi tidak mengakibatkan keadaan darurat atau reaksi krisis seperti pada kegagalan memuaskan kebutuhan yang lebih rendah. Sedangkan kegagalan untuk memuaskan kebutuhan dasar mengakibatkan individu merasakan kekurangan sesuatu.

18. Kebutuhan dasar disebut deficiency need karena kegagalan untuk memuaskan kebutuhan dasar mengakibatkan individu merasakan kekurangan sesuatu.

19. Kebutuhan meta disebut being need karena kebutuhan memberikan sumbangan yang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang, dalam bentuk kesehatan yang lebih baik, usia panjang, dan memperluas efisiensi biologis.

20.Perbedaan kepuasan antara kebutuhan dasar dengan kebutuhan meta: kebutuhan yang lebih rendah hanya menghasilkan kepuasan biologis. Sedangkan kebutuhan yang lebih tinggi memberi kepuasan biologis dan psikologis karena menghasilkan kebahagiaan yang mendalam, kedamaian jiwa, dan kebutuhan kehidupan batin.

21. Kebutuhan yang lebih tinggi bersifat lebih kompleks, maksudnya kepuasan pada kebutuhan yang lebih tinggi melibatkan lebih banyak persyaratan dan lebih kompleks dibanding kepuasan pada tingkat yang lebih rendah. Misalnya, usaha memperoleh aktualisasi diri memerlukan prasyarat: semua kebutuhan sebelumnya telah dipuaskan dan melibatkan tingkah laku yang lebih rumit dan canggih dibanding usaha mendapat makanan.

22.Kebutuhan fisiologis bersifat homeostatis maksudnya, yt : umumnya kebutuhan fisiologis bersifat homeostatik (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur fisik) seperti makan, minum, serta kebutuhan istirahat dan seks. Kebutuhan fisiologis ini sangat kuat, dalam keadaan absolut, semua kebutuhan lain ditinggalkan dan orang mencurahkan semua kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan ini.

23.Hubungan antara kebutuhan fisiologis dengan kepuasan fisiologis: kebutuhan fisiologis bisa jadi harus dipuaskan oleh pemuas yang seharusnya (misalnya orang kelaparan harus makan atau dia mati); tetapi ada juga kebutuhan yang dapat dipuaskan dengan pemuas lain (misalnya orang minum atau merokok untuk menghilangkan rasa lapar). Bahkan bisa jadi pemuas fisiologis itu dipakai untuk memuaskan kebutuhan jenjang yang lebihh tinggi, misalnya orang yang tidak terpuaskan cintanya, merasa kurang pouas secara fisiologis sehingga terus-menerus makan untuk memuaskannya.

24.Persamaan kebutuhan fisiologis dan keamanan yaitu kedua kebutuhan itu pada dasarnya adalah kebutuhan mempertahankan kehidupan. Sedangkan perbedaannya yaitu: kebutuhan fisiologis adalah pertahanan hidup janghka pendek, sedang keamanan adalah pertahanan hiudp jangka panjang.

25.Suasana keluarga yang membuat bayi merasa aman adalah suasana keluarga yang teratur, terencana, terorganisir, dan disiplin, karena suasana semacam itu mengurangi kemungkinan adanya perubahan, dadakan, dan kekacauan yang tidak terbayangkan sebelumnya.

26.Pengasuhan yang bebas kurang baik untuk bayi karena pengasuhan yang bebas tidak mengenakan batasan-batasan, misalnya tidak mengatur interval kapan bayi tidurdan kapan makan, akan membuat bayi bingung dan takut, bayi tidak terpuaskan kebutuhan keamanan dan keselamatannya. Begitu pula peristiwa2 ortu berkelahi, perceraian dan kematian membuat lingkungan tidak stabil sehingga bayi merasa tidak aman.

27.Kebutuhan beragama termasuk kebutuhan rasa aman karena praktek beragama dan keyakian filsafat tertentu membantu orang untuk mengorganisir dunianya menjadi lebih bermakna dan seimbang, sehingga orang merasa lebih “selamat” (semasa hidup dan sesudah mati).

28.Kebutuhan dimiliki adalah kebutuhan menjadi bagian dari kelompok sosial. Orang sangat peka dengan kesendirian, pengasingan, ditolak lingkungan, dan kehilangan sahabat atau kehilangan cinta.

29.Cinta menurut Maslow adalah hubungan sehat antara sepasang manusia yang melibatkan perasaan saling menghargai, menghormati, dan mempercayai.

30.Kegagalan memenuhi kebutuhan ketiga ini ditunjuk sebagai penyebab utama psikopatologi karena pengalaman kasih sayang anak-anak menjadi dasar perkembangan kepribadian yang sehat. Gangguan penyesuaian bukan disebabkan oleh frustasi keinginan sosial, tetapi lebih karena tidak adanya keintiman psikologik dengan orang lain.

31. 2 motivasi harga diri yaitu :

  1. Menghargai diri sendiri (self respect): kebutuhan kekuatan, penguasaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian, dan kebebasan. Orang membutuhkan pengetahuan tentang dirinya sendiri, bahwa dirinya berharga, mampu menguasai tugas dan tantangan hidup.
  2. Mendapat penghargaan dari orang lain (respect from others): kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, menjadi orang penting, kehormatan, diterima, dan apresiasi. Orang membutuhkan pengetahuan bahwa dirinya dikenal baik oleh orang lain.

32.Keberhasilan memuaskan self esteem menimbulkan perasaan dan sikap percaya diri, diri berharga, diri mampu, dan perasaan berguna dan penting di dunia. Sedangkan frustasi karena kegagalan memuaskan self esteem akan menimbulkan perasaan dans ikap inferior, canggung, lemah, pasif, tergantung, penakut, tidak mampu mengatasi tuntutan hidup dan rendah diri dalam bergaul.

33.Apa perbedaan antara kebutuhan esteem dan kebutuhan meta. Kebutuhan esteem adalah kebutuhan harga diri yang di dapatkan dengan penilaian dari orang lain dan dapat dibentuk, sedangkan kebutuhan meta merupakan kebutuhan menjadi sesuatu yang orang itu mampu mewujudkannya memakai (secara maksimal) seluruh bakat – kemampuan – potensinya.

34.Aktualisasi diri adalah keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri (self fulfilment), untuk menyadari semua potensi dirinya, untuk menjadi apa saja yang dia dapat melakukannya, dan untuk menjadi kreatif dan bebas mencapai puncak prestasi potensinya.

35.Sesudah mencapai tingkat aktualisasi diri, manusia akan menjadi pribadi yang utuh, memperoleh kepuasan dari kebutuhan-kebutuhan yang orang lain bahkan tidak menyadari ada kebutuhan semacam itu. Mereka mengekspresikan kebutuhan dasar kemanusiaan secara alami dan tidak mau ditekan oleh budaya.

36.Perbedaan D-need dan B-need : D-need (deficiency need) adalah kebutuhan karena kekurangan, yaitu phisyological needs, safety needs, love / belongingness needs, dan esteem needs. Sedangkan B-need (being need) adalah kebutuhan karena ingin berkembang (ingin berubah, ingin mengalami transformasi menjadi lebih bermakna), yaitu kebutuhan meta atau kebutuhan aktualisasi diri.

37.Makna dari kebutuhan : beauty (keanggunan) – aliveness (bersemangat) – uniqueness (keunikan) – playfullness (bermain-main) – simplicity (kesederhanaan) – goodness (kebaikan) – order (teratur) – self sufficiency (kemandirian) – effortlessness (kemudahan) – perfection (kesempurnaan) – completion (kelengkapan) – richness (berisi) – hukum (justice) – dicotomy (penyatuan) – necessity (keharusan) – wholeness (kebulatan) – truth (kebenaran).

38. 3 jenis kebutuhan hirarkis yang sehat yaitu kebutuhan konatif, kebutuhan estetik, dan kebutuhan kognitif.

39.Kebutuhan neurotik adalah satu kebutuhan yang bekerja terpisah dari 3 kebutuhan yang lain. Frustasi karena kebutuhan hirarkis tidak terpenuhi, dalam keadaan yang ekstrim dan berjangka lama dapat berubah menjadi kebutuhan neurotik. Sesudah berubah wujud menjadi kebutuhan neurotik, kebutuhan ini membuat sistem sendiri yang terpisah dari sistem kebutuhan yang sehat. Kebutuhan neurotik membuat orang mengalami stagnan atau patologis, tak peduli apakah kebutuhan itu terpenuhi atau tidak.

40.Kebutuhan neurotik bersifat nonproduktif, mengembangkan gaya hidup yang tidak sehat, gaya hidup yang tidak memiliki nilai dalam kaitannya dengan perjuangan mencapai aktualisasi diri, gaya hidup kreatif, berperan sebagai kompensasi dari kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi.

41. Kebutuhan neurotik dapat dipuaskan dengan,,,,,,,

42.Mencapai aktualisasi diri itu bersifat alami, yang dibawa sejak lahir. Secara genetik manusia mempunyai potensi dasar yang positif dan potensi dasar jalur perkembangan yang sehat untuk mencapai aktualisasi diri. Jadi orang yang sehat adalah orang yang mengembangkan potensi positifnya mengikuti jalur perkembangan yang sehat, lebih mengikuti hakekat alami di dlaam dirinya, alih-alih mengikuti pengaruh lingkungan di luar dirinya.

43.Kebutuhan neurotik merupakan perkembangan kebutuhan yang menyimpang dari jalur alami. Menurut Maslow, penolakan, frustasi, dan penyimpangan dari perkembangan hakekat alami akan menimbulkan psikopatologi. Dalam pandangan ini, apa yang baik adlaah semua yang mendekat ke aktualisasi diri, dan yang buruk atau abnormal adalah segala hal yang menggagalkan atau menghambat atau menolak aktualisasi diri sebagai hakekat alami kemanusiaan.

44.Tidak semua orang dapat mencapai aktualisasi diri. Aktualisasi diri sebagai tujuan final-ideal hanya dapat dicapai oleh sebagian kecil dari populasi, itupun hanya dalam prosentase yang kecil. Rata-rata kebutuhan aktualisasi diri hanya tercapai 10%.

45.Jonah Complex (kompleks Junus) adalah perasaan takut, gamang, perasaan tidk berharga, dan meragukan kemampuan diri memperoleh kemasyhuran dan aktualisasi diri (diambil dari kisah Nabi Yunus, yang menolak mengingatkan umatnya yang kafir / penyembah setan, dan malah melarikan diri naik kapal.tuhan kemudian mengirim badai dan ikan paus untuk memakannya).

46. 2 jalur untuk mencapai aktualisasi diri yaitu jalur belajar (mengembangkan diri secara optimal pada semua tingkat kebutuhan hirarkis) dan jalur pengalaman puncak.

47.8 cara orng belajar mengembangkan diri utk mencapai aktualisasi diri:

  1. Alami sesuatu dengan utuh, gamblang, tanpa pamrih.
  2. Hidup adalah perjalanan proses memilih antara keamanan dengan resiko: buat pilihan pertumbuhan “sesering mungkin tiap hari”.
  3. Biarkan self tegak.
  4. Apabila ragu, jujurlah.
  5. Dengar dengan seleramu sendiri, bersiaplah untuk tidak populer.
  6. Gunakan kecerdasanmu, kerjakan sebaik mungkin apa yg ingin km kerjakan.
  7. Buatlah pengalaman puncak seperti terjadi, buang ilusi dan pandangan salah, pelajari apa yang kamu tidak bagus dan kamu tidak potensial.
  8. Temukan siapa dirimu, bukalah dirimu sampai km dapat mengenali pertahanan dirimu,& usahakan mendapat keberanian untuk menyerah.

48.Pengalaman puncak adalah suatu pengalaman mistik mengenai perasaan dan sensasi yang mendalam, psikologik, dan fisiologik.

49. 4 gambaran pengalaman puncak menurut William James :

  1. Tak terlukiskan (ineffability): subjek sesudah mengalami pengalaman puncak segera mengatakan bahwa itu adalah ekspresi keajaiban, yg tdk dapat  digambarkan dgn kata2, tdk dapat dijelaskan kepada org lain.
  2. Kualitas kebenaran intelektual (neotic quality): pengalaman puncak adalah pengalaman menemukan kebenaran dari hakekat intelektual.
  3. Waktunya pendek (transiency): keadaan mistis tdk bertahan lama, pengalaman itu menjadi kabur & orang kembali ke dunianya sehari2.
  4. Pasif (passivity): org yg mengalami pengalaman mistis merasa kemauan dirnya tergusur (abeyance), dan terkadang dia merasa terperangkap dan dikuasai oleh kekuatan yg sangat besar.

50.Semua orang dapat mengalami pengalaman puncak: sebagian besar orang rata-rata pernah mengalami pengalaman puncak. Masalahnya, orang2 cenderung mereaksinya dgn melarikan diri alih-alih dengan penerimaan yang terbuka.

51.  7 pengaruh pengalaman puncak yg tidak pernah hilang:

  1. Hilangnya simptom neurotik.
  2. Kecenderungan melihat diri sendiri lebih sehat.
  3. Perubahan pandangan mengenai orang lain dan hubungan dirinya dengan mereka.
  4. Perubahan pandangan diri mengenai dunia.
  5. Munculnya kreativitas, spontanitas, dan kemampuan mengekspresikan diri.
  6. Kecenderungan mengingat pengalaman puncak itu dan berusaha menghalanginya.
  7. Kedenderungan melihat kehidupan secara umum sebagai hal yang lenbih berharga.

52. 17ciri orang yg mencapai aktualisasi diri :

  1. a.    Orientasinya realistik, memandang realistis secara efisien.
  2. b.    Menerima diri, orang lain,& alam sekitar apa adanya.
  3. c.    Spontan, sederhana, alami.
  4. d.    Lebih memperhatikan masalah alih2 memperhatikan diri sendiri.
  5. e.    Berpendirian kuat&membutuhkan privacy.
  6. f.    Otonom dan bebas dari kultur lingkungan.
  7. g.    Memahami orang & sesuatu secara segar & tidak stereotip.
  8. h.    Memiliki pengalaman mistikal/spiritual, walaupun tidak harus religius.
  9. i.    Mengenal harkat kemanusiaan, memiliki minat sosial.
  10. j.    Cenderung memiliki hubungan akrab dgn sedikit orang tercinta alih-alih hubungan renggang dgn banyak orang.
  11. k.    Memiliki nilai & sikap demokratis.
  12. l.    Tidak mengacaukan sarana dgn tujuan.
  13. m.    Rasa humornya filosofik, tidak berlebihan.
  14. n.    Sangat kreatif.
  15. o.    Menolak bersetuju dengan kultur.
  16. p.    Luluh dengan lingkungan alih-alih sekedar menanganinya.
  17. q.    ,,,,,

53.Sindrom kepribadian adlh sejumlah sifat yg berbeda-beda (tk.laku, persepsi, fikiran, dorongan utk berbuat, dll) yang terstruktur, terorganisir, dan saling berhubungan, muncul bersama-sama. 3 sindrom yaitu sindrom harga diri (self esteem), sindrom keamanan (security), & sindrom kecerdasan (intelectual).

54.Hubungan manusia dgn dunia luar dlm bentuk defisiency: bentuk hubungan di mana orang terlibat dgn kegiatan memuaskan kebutuhan dasar utk bertahan hidup, org berusaha utk mengatasi/menghindari kebutuhan kekurangan seperti makanan, minuman, tempat istirahat.

55.Jelaskan perbedaan antara D-Love dengan B-Love, D-Value dengan B-Value. Pada dasranya D-Love dan D-Value memiliki makna yang mirip yakni D-Need atau kekurangan alam yang berarti bentuk hubungan dimana orang terlibat dengan kegiatan memuaskan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup – orang berusaha untuk mengatasi atau menghindari kebutuhan kekurangan. begitupun B-Love dan B-Value yang juga memiliki makna yang hampi sama yakni B-Need atau alam menjadi yang berarti hubungan orang dengan dunia luarnya sesudah kebutuhan dan motif dasar terpenuhi. Oang kemudian terlibat dalam kegiatan mengembangkan aktualisasi diri dan memperluas eksistensi.

56.Org yg hanya memiliki B-kognisi tidak sehat: semata-mata B-kognisi bisa membuat orang hanya memikirkan diri sendiri,tidak mempedulikan orang lain. Itu tidak sehat, orang harus tetap memikirkan tentang kekurangan dirinya sendiri,membandingkan dirinya dengan orang lain & berkomunikasi memakai fikiran orang lain yg lebih baik dari pemikiran yang dia miliki. Jadi mengejar aktualisasi diri berarti harus lebih banyak berfikir menjadi atau B-kognisi, tanpa meninggalkan D-kognisi.

57.POI adalah tes yg disusun berdasarkan teori Maslow mengenai aktualisasi diri, &bertujuan untuk mengukur aktualisasi diri seseorang.

58.Neurotik adalah perilaku menghalangi diri sendiri dari memperoleh kepuasan kebutuhan dasar mereka sendiri. Halangan itu mengehtikan gerak maju menuju aktualisasi diri.

59.Psikoterapi menurut Maslow harus bersifat interpersonal krn kepuasan kebutuhan dasar hanya dapat terjadi melalui hubungan interpersonal. Suasana terapi harus melibatkan perasaan saling berterus terang, saling percaya, & tidak difensif, mengijinkan ekspresi kekanak-kanakan dan memalukan.

60.Faktor motivator adalah hal-hal yg dapat memberikan kepuasan. Faktor higiene adalah hal-hal yang dapat menimbulkan ketidak puasan.

61. Tidak merasakan kepuasan tidak sama dengan merasa tidak puas: perasaaan tidak puas baru akan timbul kalau orang tidak memperoleh faktor higiene yang menjadi kebutuhannya, sebaliknya kalau faktor-2 higiene ini dapat diperoleh, orang tidak merasakan ketidakpuasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s