wajah itu

“memandang wajah mu cerah, membuat ku tersenyum tenang… indah dunia… tentu saja kita pernah mengalami perbedaan…[vierra]”

hmm… begiulah terus berulang lirik vierra dalam otak ku… seperti kaset rusak yang diputar [terputar deh kayaknya kalau rusak] dari otak ku. sambil membayangkan wajah itu lagi. sebenarnya ini adalah sebuah kesalahan konsep kehidupan saat-saat dimana aku tidak bisa membendung rasa ini hingga melakukan dosa besar membayangkan orang tidak cakep. dia. sebut saja orang tidak cakep [julukan jujur karena dia benar-benar tidak cakep]. selalu menghantui bayang-bayang diri. huh. dasar orang tidak cakep yang kayak hantu aja, membayangi orang aja kerjanya. apa itu ada hubungannya sama wajah yang ga cakep yah? nah lho, semakin ngawur aja ne ketikan. aku bahkan ga tahu apa yang sedang ku ketik. hanya menuliskan saja apa yang tiba-tiba terbayang untuk di tulis. sebenarnya ini sudah melenceng jauh dari judul. hahahaa… jangan bicarain judul deh. waktu nulis judul aja aku lupa mikir koq, apa lagi saat nulis isi. nah lho, lagi-lagi sii pembaca akan terkecoh dengan judul yang ada. tapi dalam pikiran ku tetap menyetujui tuh judul adalah layak untuk dipublikasikan. tapi karena judul aja tanpa isi seperti masak sayur cuma rebusan air garam tok. ya udah deh. langsung saja ne otak yang lagi mikirin banyak hal memerintahkan jari-jari dengan bahasa awut-awutan untuk mengetikkan tulisan yang asli tidak layak dibaca sama mereka-mereka yang mengaku kaum akademisi. why? baca ne tulisan akan mencemari sebagian otak mereka. karena akan terus terbayang bahasa-bahasa tak jelas dalam bacaan yang jelas dan nyata. dan bila anda adalah penderita migrain, sakit kepala, atau apa pun yang berjenis sama + kira-kira memiliki efek kayak gitu. jangan coba-coba deh membaca ini. bisa bertambah tuh penyakit jadi sakit kepala disertai tidak mengerti [intermezo sebentar disapa sama dua orang kakak yang kebetulan lewat 3,5 – posisi sedang mengetik tanpa arah yang jelas dengan wajah seolah-olah dikejar deadline] yang mendalam. setelah intermezo sesaat yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 menit [lho, ga nyambung], yah sudah lah diteruskan saja. karena sudah terlanjur dimulai. dalam bahasa indonesia, di hapus menyesal, di publikasikan masih ngambang + malu-maluin, dan di biarkan saja kasihan laptopnya dunk. sekarang ne otak mulai pusing karena tidak mengerti ingin melanjutkan apa dalam mengetik. sehingga ne jari mulai memencet-mencet tombol secara acak asal membuat satu kata dengan sempurna saja itu lebih baik. niat hati sii membuat sebuah karya masterpiece, tapi apalah daya tuh otak tak sampai. otak yang letaknya diatas aja ga sampai. apalagi kaki yang letaknya dibawah. oalah. semakin tidak jelas. jadi aku harus mulai memesan kaca mata yang pas agar menjadi jelas. sudahlah. diakhiri saja ne tulisan. ku anggap sebagai karya ter-error ku hari ini. ditambah lagi pemikiran yang berantakan dan hallo… ne jari ga mau berhenti memencet keyboard laptop. terus mesti bagaimana cara menghentikannya. dan penderitaan ini harus berakhir. oke. perintah mengakhiri tulisan. dan. selesai. [sudah harus selesai koq maksa mau lanjut sii, seberapa banyak kata yang bisa di tulis dalam kurungan].

aku bukan tipe orang yang senang membelenggu kata. jadi ga tega menulis kata-kata didalam kurung. nah lho, ne mulai nulis baru lagi. bukannya tadi udah berakhir yah. karena belum jelas ending-nya jadi marilah kita memulai paragraf baru lagi yang lebih terarah. arah ketikan kebawah lebih baik, biar yang baca ga bingung. [tapi GOD tolong kami para pembaca yang tak berdosa dan mulai merasa menumpuk dosa karena telah membaca karya orang yang sok beken – jeritan sang pembaca seperti anda, karena mulai merasakan tekanan pada otak yang cerdas dan dipaksa menjadi keledai].

“budaya menulis harus mulai di berlakukan oleh mahasiswa”

menutip kata-kata dekan ku dalam sambutannya tadi siang [hallo, itu masih jam 10]. hufh, perutku bilang siang koq. sambutan berjuta-juta kata gitu, yang ku ingat cuma 8 kata. otak ku sudah mulai payah. sudah gitu, pengaplikasian kalimat dari pak dekan tadi udah mulai ngawur deh. kasian pak dekan yang udah susah-susah buat sambutan. [emang cuap-cuap dalam sambutan susah yah??] lihat saja ne. apa yang sedang ditulis tak terbendung lagi setiap kata sumber inspirasi entah dari sel yang mana termuntahkan semua sama jari-jari imut sii penulis manis dalam ketidakmengertiannya serta mungkin, sedikit pengertian terbatas tentang dunia kepenulisan. inilah dia hasil pemikiran singkat sebuah mahakarya amburadul dari bocah yang pusing. selesai. ga keren BGT sii endingnya!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s