MENTAL YANG SEHAT AKAN MEMBENTUK SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS

Kehidupan menuntut peran kesehatan jiwa untuk lebih maju lagi sejalan dengan peningkatan tuntutan hidup. Sumber daya manusia juga dituntut lebih meningkat, juga kemampuan hidup masyarakat agar dapat lebih baik selaras dengan kemajuan teknologi yang diterapkan dalam kehidupan manusia. Ini tidak terlepas dari kesehatan mental dari manusia itu sendiri. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, perlu adanya perhatian khusus dalam setiap bidang kehidupan. Tidak terkecuali kesehatan mental seseorang. Mental yang sehat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Bagaimana bisa seorang yang menderita sakit jiwa dapat bekerja? Apalagi untuk menjadi berkualitas. Sehingga tidak hanya memikirkan bagaimana sebuah negara memiliki banyak orang yang sehat secara fisik untuk menjadi SDM yang berkualitas. Melainkan bagaimana kondisi mental yang harus dimiliki agar terbentuk SDM yang berkualitas.

Fisik dan mental adalah kesatuan dalam eksistensi manusia. Kesehatan fisik manusia mempengaruhi mental, sebaliknya mental mempengaruhi keadaan fisik. Ini berarti selalu ada keterkaitan antara keduanya sehinga akan terasa kurang jika hanya membahas salah satunya saja. Tapi pada artikel ini, akan lebih difokuskan pada kesehatan mental.

Federasi Kesehatan Mental Dunia (world faderation for Mental Health) pada saat kongres kesehatan mental di London, 1948 merumuskan pengertian kesehatan mental sebagai berikut. (1) kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional, sepanjang hal itu sesuai dengan keadaaan orang lain. (2) sebuah masyarakat yang baik adalah masyarakat yang membolehkan perkembangan ini pada anggota masyarakatnya selain pada saat yang sama menjamin dirinya berkembang dan toleran terhadap masyarakat yang lain (WFMH, 1961). Dalam konteks Federasi Kesehatan Mental Dunia ini jelas bahwa kesehatan mental itu tidak cukup dalam pandangan individual belaka tetapi sekaligus mendapatkan dukungan dari masyarakatnya untuk berkembang secara optimal. Sehingga perlu adanya komunikasi yang baik antara individu itu sendiri dengan masyarakatnya. Dengan adanya pemahaman bersama oleh setiap individu mengenai kesehatan mental, maka akan tercipta SDM yang berkualitas. Golden Allport (1950) menyebut mental yang sehat dengan maturity personality. Dikatakan bahwa untuk mencapai kondisi yang matang perlu melalui proses hidup yang disebutnya dengan proses becoming. Orang yang matang jika: (1) memiliki kepekaan pada diri secara luas; (2) hangat dalam berhubungan dengan orang lain; (3) keamanan emosional atau penerimaan diri; (4) persepsi yang realistik, keterampilan dan pekerjaan; (5) mampu menilai diri secara obyektif dan memahami humor; dan (6) menyatunya filosofi hidup.

Setiap orang perlu memupuk kesehatan mental sehingga tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam arti manusia yang mampu mengolah alamnya dengan baik, manusia yang mampu menjadi pemikir bangsa juga menjalankan roda pemerintahan. Ini bisa terwujud dengan banyak cara, salah satunya adalah membina hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar. Dengan adanya hubungan yang baik, maka seseorang akan lebih mudah dalam berinteraksi. Ini juga akan berpengaruh pada kualitas kerjanya. Seseorang yang tidak stress akan dengan mudah menyelesaikan segala pekerjaannya.

Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang seperti pola asuh keluarga dan hubungan dengan lingkungan sosial. Orang yang mengalami gangguan emosional dapat berakibat pada pengurangan interaksi sosial. Dan rendahnya interaksi sosial akan menimbulkan gangguan mental. Sehingga akan menjadikan tidak efektifnya kerja seseorang.

Kesehatan mental pada prinsipnya berlaku bagi semua lapisan usia. Anak, remaja, orang dewasa dan lansia membutuhkan kesehatan mental sesuai dengan perkembangannya. Kesehatan mental bagi anak, selain bermaksud menumbuh-kembangkan potensi yang dimiliki, sekaligus mencegah kemungkinan munculnya gangguan mental. Hal yang sama juga berlaku bagi remaja. Sedangkan kesehatan mental bagi dewasa dan lansia, sekalipun aspek promosi kesehatan mental tetap dibutuhkan, yang juga sangat penting diperhatikan adalah mempertahankan kemampuan yang dimiliki sekaligus mencegah munculnya gangguan mental pada mereka. Kesehatan mental bagi anak, remaja, orang dewasa dan lansia dapat dikembangkan melalui program-program yang efektif dan dapat melibatkan sasaran yang lebih luas.

Jadi, manusia dikatakan berkualitas atau memiliki kualitas yang baik jika mereka mampu menjaga kesehatan fisik maupun mentalnya. Ini terus dilakukan secara berkala sepanjang hidup mereka. Disamping terus mengasah wawasan dan pengetahuan, menjaga kesehatan juga merupakan bagian terpenting dalam kehidupan. Sehingga jelaslah bahwa mental yang sehat akan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s