Asal kata perempuan adalah empu. Kepanjangan kata wanita adalah wani di tata. Pertama artinya yang memiliki, kedua berarti berani/siap di atur. Hingga saya bangga menyebut diri sebagai PEREMPUAN. Sebuah kebanggaan yang kemudian pantas untuk saya banggakan, saya berjenis kelamin PEREMPUAN. Dan saya ber-gender androgini. Read the rest of this entry
The answer
Saya surprise dengan kondisi tubuh saya pada 06 April 2012. Khawatir adalah perasaan pertama yang menghinggapi saya sehingga saya terpikir untuk mencari seorang professional yang paham tentang ini. Namun saya mengurungkan niatan tersebut. Saya bersyukur, dan tidak berniat mengetahui masalah ini lebih awal. Sayapikir, Tuhan telah menjawab doa saya, ini tak akan lama lagi. Entah kenapa, asumsi saya yang kemudian menjadi harapan saya adalah ini sebagai jawaban-Nya atas permintaan saya. Read the rest of this entry
Kangen
…
“semua kata rindu mu semakin membuat ku, tak berdaya
menahan rasa ingin jumpa
percaya lah pada ku aku pun rindu kamu
ku akan datang
melepas semua kerinduan yang terpendam”
…
senyum mengembang saat mendengar alunan gitar sumbang mengumandangkan lagu Dewa… mengingat wajah seseorang diseberang sana.. ehmm, 3 hari ini dibombardir sama sms-sms kangen.. hahaa berasa istimewa sekali saya. sejujurnya, takut diri ini tuk merasakan lagi manisnya kasih sayang, setelah berbulan-bulan lamanya saya pernah terpuruk atas sanjungan-sanjungan semu yang setidaknya masih terukir tajam dalam ingatan sebagai memori manis pada masanya. lha koq jadi melantur begini sii.. Read the rest of this entry
Inspirasi
jalan ini masih panjang, karena setiap hirupan udara dan tarikan nafas adalah perjuangan. kerikil tajam kecil pun besar terhampar disepanjang jalan menjadi penghias roda kehidupan yang melintas. setiap gerak adalah inspirasi di masa depan. setiap tingkah adalah petunjuk dalam arah berikutnya. setiap ucap menjadi panutan pada yang akan datang. namun Ia bukanlah sempurna layaknya sang pencipta. karena Ia kerdil. Ia masih menggagas ciptaan-ciptaan kecil. Ia pun tercipta. Ia adalah MANUSIA.
dalam pusaran angin, udara menghangatkan wajah
lamun menguak asa, mengukir jejak-jejak impian pada langkah nyata
alam menerjemahkan rasa kedalam kejadian-kejadian tak terduga
menjawab kegundahan hati, mengais kebaikan dunia Read the rest of this entry
Cinta: buat rumah dihatimu
Langit biru membentang seluas mata memandang, gumpalan putih awan menggantung layaknya perhiasan alam. Riuh suara manusia dalam perkumpulan-perkumpulan yang bergumul mengais kehidupan. Dan kau menghadirkan secercah keindahan dalam dunia aneka warna yang melelahkan. Apakah ini adalah pertanda? Atukah hanya ketulusan seorang kawan?
Dalam dekapan angin malam
Lirih suara alam menggema, membisikkan nada-nada kehidupan
Dalam untaian kata
Lirih terucap sejuta kisah kau dan aku
Masih dengan segenap ego dan pengharapan
Masih berupa kiasan dan ketidakjujuran
Serpihan Kehidupan
Jejak tanpa nama
Jalan yang dilalui masih panjang, menelusuri setiap liku kehidupanmu. Didalam penghayatan ku akan dunia, aku mengenal mu, Yang menghadirkan senyum dan memberi segenap sentuhan warna yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Ini hanya pertemuan sederhana, ini hanya obrolan sederhana, ini hanya harapan sederhana. Namun semuanya mampu menghadirkan berjuta makna dan mengukir berjuta keindahan dalam dunia ku. Untaian kata demi kata mencoba menerjemahkan rentangan waktu sebelum kau dan aku saling mengenal. Masih banyak yang harus diucap, disampaikan dan dipahami sebelum kita benar-benar saling mengerti satu dengan yang lainnya.
Saya belum pernah menenal percikan warna ini. Jenis kehidupan yang masih asing bagi saya dan kau tawarkan dengan gaya yang manis. Apa pun itu namanya. Dan bagaimana saya harus mengucapkan itu, beginilah kita dengan setiap kisah yang saya pun belum mampu menyebutkan judulnya.
Saat rotasi berada pada titik terendah
Ketika aroma angin menyusup keheningan malam
Terdiam kaku segenap raga
Tanpa sentuhan jiwa hati ini telah mati, sudah sejak lama
Batin ini telah beku, pun telah lama
Saya lupa bagaimana cara menghirup dan bernafas
Dan beginilah kehidupan dengan sejuta ceritanya. Saya tak akan terus berada pada titik teratas dari rotasi kehidupan, mungkin iniah waktu-waktu terberat dalam kehidupan. Tapi ini akan berlalu. Roda akan kembali berputar, dan kemudian mengantarkan saya kepada titik-titi kehidupan yang lain. Dan seandainya saya enggan untuk beranjak dari zona nyaman yang saya bangun. Sama halnya saya berada pada sebuah rumah dan tetap disana selamanya. Bukankah itu tidak baik. Maka, betapa pun rapuhnya jiwa ini. Saya masih diberi waktu untuk menghirup udara. Hingga saya tak punya waktu lagi untuk produktif, dan memperlihatkan kepada-Nya. Betapa tidak sia-sianya saya terlahir. Karena seharusnya saya berharga. Karena seharusnya saya tidak hanya seongok daging berbalut kulit. Toh semua manusia pernah jatuh, th setiap kehidupan berotasi. Toh kisah saya bukanlah kisah paling tragis. Toh saya masih tetap survive hingga hari ini. Lantas apa yang menjadi permasalahan, ketika saya menyrntuh titik terendah pada sebuah perputaran kehidupan?
Manusia Instan, Jalur Pragmatis
Dunia global masa kini. Segala kemudahan terkemas didalamnya. Menjadi penawaran menggiurkan kepada segenap konsumen pragmatis. Segala mesin memanjakan mahluk sempurna yang Dia cipta. Menggantikan fungsi tangan, fungsi kaki, fungsi seluruh karya terindah Tuhan pada sesosok makhluk bertajuk “manusia”. Apakah kemudian kemudahan itu adalah sebuah kesalahan zaman? Atau itulah buah dari kecerdasan manusia yang merupakan bagian dari anugerah-Nya?
Manusia adalah sempurna diantara semua mahluk-Nya. Bahkan manusia mampu mencipta juga. Saya kira itu tak aneh. Karena manusia bagian dari Dia yang mencipta manusia. Namun hanya bagian kecil. Dan apa yang manusia cipta tak berhasil hanya dengan sekali ketok. Inilah yang membuktikan manusia masih berupa ciptaan, sehingga manusia masih bukanlah yang paling sempurna. Jiwa kemanusiaan seseorang yang kemudian menawarkan kekreatifan diri untuk mencipta kemudahan-kemudahan untuk kehidupan manusia. Yang kemudian diberi judul “instan” oleh zaman. Ini kreativitas. Ini membantu dan memfasilitasi kehidupan. Tapi juga mengenalkan manusia pada kehampaan dunia. Melewati berhari-hari pada hidupnya dengan berjuta mesin. Tanpa manusia yang lainnya lagi, ternyata semuanya menjadi mudah. Begitukah dunia pada masa yang akan datang yang menjadi mimpi masyarakat hari ini? Read the rest of this entry
Alam bawah sadar bertajuk mimpi
semakin hening, dan malam pun bergeming
jiwa ini rasa kuyuh, hati ini masih jenuh…
mengais sisa-sisa nafas kehidupan penyejuk hati yang gundah
penat, lelah dan rapuhnya jiwa ingin beristirahat, boleh kan..?
terima kasih kepada sejuta kekhawatiran yang setia berkelana menyusuri setiap sudut saraf dalam otakku
masih bergulat dengan keterasingan diri pada pilihan hidup
tak bermaksud beretorika begitu berbelit. saya coba menyadarkan diri atas setiap mimpi yang mengisi ketidaksadaran saya dalam lelapnya malam. entah menjadi pertanda, atau hanya sekedar imajinasi liar seolah takut kehilangan mu. cinta, penuh rasa menyapa jiwa. seraut wajah memerah malu. menyentuh kelamnya kehidupan dengan aneka warna meriah dari alam. menorehkan tinta kisah begitu indah mengenal mu. dan kita berada dalam ketidakpastian pengharapan. niat dan maksud hati terindah yang saya rajut atas segala kesegaran ingatan saya tentang mu. keheningan langkah yang kau ciptakan pada setiap gerik mu, menjadikan kita berada pada bayangan yang berbeda, meski kedua raga kita menyentuh tanah yang sama. Read the rest of this entry
Langkah, Lagi…
Jejak-jejak serpihan jiwa yang berusaha menyatu dengan alam. Alam kesadaran dimana rentetan realita menjadi pemisah aku dan dirimu dalam bermil-mil langkah. Peluh membanjiri tubuh, dengan berjuta perjuangan hanya untuk dirimu. Karena kita adalah berbeda. Dan itu yang membuat kita saling mengenal. Dan itu yang menjadikan buncahan rindu akan dirimu mengalirkan ragam cerita saat berjumpa. Dan itu yang menjadikan detik-detik pertemuan kita sebagai anugrah oleh Nya. Karena aku belajar menjadikan diri ku layak untuk mu, sayang. Hahaa.. saya sedang belajar menggombal. Ehmm. Ga juga sii, tiba-tiba memikirkan seseorang dan ingin melontarkan semua goresan kata-kata ini untuknya. Sayang saja, selalu tertahan diujung lidah bila diri ini telah berada dihadapannya. Yaa Allah, sungguh kau telah memberi penghargaan bagi hamba karena mengenal seorang yang indah yang Kau cipta.
Read the rest of this entry
Berbasis IT, Massa Mengntri
Rabu, 14 September 2011 – saya dan massa yang berbaris sesak dalam “antrian sembako zaman PKI”, canda seorang kawan. Siang itu, Alhamdulillah cuaca tidak seterik biasanya. Saya berada pada sebuah kampus dimana saya menempuh perkuliahan. Megah dan indah. Saya bangga padanya. Fisni kami memakai sistim berbasis IT. Atau seperti itulah yan sering digembar-gemborkan kepada public. Saat pembayaran SPP dan lain-lain yang berkaitn dengan Bank, kami menggunakan 2 jasa bank untuk bekerjasama. Namun yang saya sesali, mengapa cukup sering terjadi missed antara pihak bank dan kampus. Satu dan lain hal ini yang kemudian menjadikan massa mengantri di biro keuangan. Sebagian besar sii karena tak bisa KRS Online, yang hanya bisa dilakukan dikampus (tak praktis sekali, terutama bagi arga kampus yang berdomisili diluar pulau). Berbagai permasalahan keuangan yang sebenarnya hanya missed saja. Seorang kawan, ternyata tak tercatat karena sudah membayar SPP semester ini karena masih loading dan belum selesai pemerosesan oleh bank. Kawan yang lain telah lunas semua, namun ada kwitansi yang belum dilegalisir, dan bla.. bla.. bla.. yang lainnya. Sederhana, namun berdampak pada aktivitas. Just for memory. Bahwa saya pernah merasakan dan berada dalam posisi termanis di moment KRS-an in my Campus.
*tak bermaksud apa2.. semoga menjadi refleksi dan renungan diri untuk kita semua, Amiin. Mohon maaf kepada pihak-pihak, yang secara langsung maupun tak langsung, menjadi tersinggung atas tulisan ini.